2 Kasus Belum Kelar, Habib Rizieq Kembali Jadi Tersangka, Kasusnya di Bogor Jabar, Diperiksa Lagi

Status tersangka Habib Rizieq Shihab bertambah lagi, setelah sebelumnya menjadi tersangka di dua kasus kerumunan massa di Petamburan dan Megamendung.

Editor: Kisdiantoro
TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA
Status tersangka Habib Rizieq Shihab bertambah lagi, setelah sebelumnya menjadi tersangka di dua kasus kerumunan massa di Petamburan dan Megamendung. 

Status tersangka Habib Rizieq Shihab bertambah lagi, setelah sebelumnya menjadi tersangka di dua kasus kerumunan massa di Petamburan dan Megamendung Bogor, Jawa Barat.

Kini pimpinan oraganisasi yang aktivitasnya dilarang pemerintah Jokowi, FPI, Habib Rizieq jadi tersangka lagi.

Status tersangka ketiga Habib Rizieq adalah kasus kontroversi tes swap di RS Ummi Bogor.

Baca juga: Habib Rizieq Dikabarkan Nyaris Pingsan di Tahanan, Minta Dirawat di Rumah Sakit

Baca juga: Nyaris Jadi Korban, Pramugari ini Terhindar dari Tragedi Sriwijaya Air SJ182 Tiba-tiba Rute Dipindah

Baca juga: Pengakuan Anak yang Laporkan Ibu Kandung, Bukan Durhaka tapi Cari Keadilan, Awalnya Perselingkuhan

Saat itu, Habib Rizieq dirawat di RS Ummi Bogor, namun preses swab yang dilakukan tidak dilaporkan kepada pemerintah setempat.

Bima Arya, sebagai Wali Kota Bogor sampai mengirim tim untuk melakukan swab ulang. Namun pihak keluarga Habib Rizieq menolak dengan alasan sudah tes swab.

Kasus ini menyeret Habib Rizieq dan Direktur Utama RS Ummi Andi Tatat menjadi tersangka dan segera menjalani pemeriksaan.

//

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA – Pemimpin Front Pembela Islam ( FPI), Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kontroversi tes usap ( swab test) di RS Ummi, Bogor.

Tak hanya Rizieq, penyidik Bareskrim Polri menetapkan dua tersangka lain dalam kasus tersebut yakni Direktur Utama RS Ummi Andi Tatat, dan menantu Rizieq, Hanif Alatas.

“Penyidik sudah melaksanakan gelar dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Andi Rian R Djajadi ketika dikonfirmasi, Senin (11/1/2021).

Selanjutnya, penyidik merencanakan pemeriksaan terhadap ketiganya sebagai tersangka. “(Pemeriksaan ketiganya sebagai tersangka) minggu ini rencananya,” kata dia.

Manajemen RS Ummi dilaporkan Satgas Covid-19 Kota Bogor karena dinilai menghalangi upaya Satgas melakukan swab test terhadap Rizieq yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Kemudian, polisi meningkatkan status kasus tersebut dari tahap penyelidikan ke penyidikan karena ditemukan adanya dugaan tindak pidana.

Menurut polisi, ditemukan dugaan pelanggaran terhadap Pasal 14 Ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Halaman
123
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved