Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Hilang

Anomali Warna Air Laut di Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182, Ini Penjelasan TNI AU

"Anomali perubahan kontras itu dan luas sekali jangkauannya karena (sudah) kurang lebih 18 jam," kata Henri di Lanud Halim Perdanakusuma pada Minggu (

Editor: Ravianto
Capture Kompas TV
Tim SAR dan nelayan menemukan kabel yang diduga berasal dari peswat Sriwijaya Air yang hilang kontak di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta. 

Pesawat Sriwijaya Air Penerbangan Sriwijaya Air SJ-182 jatuh beberapa saat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (9/1/2021).

Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak lepas landas dari Bandara Soetta, Sabtu pukul 14.36 WIB.

Baru empat menit lepas landas, Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak sebelum diketahui jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Berikut kronologis teknis kecelakaan tersebut

- Pesawat Sriwijaya SJY 182 take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB.

- Kemudian pada pukul 14.37 WIB melewati 1700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach. Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti Standard Instrument Departure.

- Tetapi pada pukul 14.40 WIB, Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 0,75 derajat melainkan ke Barat Laut, oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat.

- Tidak lama kemudian dalam hitungan detik, pesawat hilang dari radar. Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Bandara tujuan, dan instansi terkait lainnya.

Menurut data, total penumpang Pesawat 50 orang terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 Bayi serta ditambah 12 orang dengan 6 kru aktif dan 6 ekstra kru.

Dari puluhan korban tersebut, salah seorang korban ternyata sempat mengirim foto sayap pesawat tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved