Breaking News:

Ada Temuan Proyektil Peluru, Komnas HAM Rekomendasikan Pengusutan Kepemilikan Senjata Laskar FPI

Sejalan dengan adanya dugaan kepemilikan senjata tersebut, Komnas HAM juga menemukan proyektil peluru yang identik berasal dari senjata rakitan

Editor: Siti Fatimah
Capture Kompas TV
Tim Komnas HAM menemukan pecahan proyektil di lokasi yang diduga terjadi eskalasi tinggi penembakan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dari Hasil investigasi terhadap tewasnya enam anggota laskar Front Pembela Islam ( FPI) di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Karawang, Jawa Barat, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) mengeluarkan sejumlah rekomendasi.

Dari sejumlah rekomendasi tersebut salah satunya adanya pengusutan terkait kepemilikan senjata api yang diduga digunakan laskar FPI.

Rekomendasi pengusutan ini menyusul adanya temuan Komnas HAM yakni proyektil peluru yang identik berasal dari senjata rakitan.

Baca juga: Sempat Kaget Menantu Melahirkan, Tak Ada Tanda Hamil, Suami Diluar Kota, Mertua; Ini Dikasih Allah

Bahkan temuan ini juga diperkuat dengan data lainnya.

Dikutip dari Kompas.Com, salah satu rekomendasinya yakni pengusutan kepemilikan senjata yang diduga kepunyaan laskar FPI. "Mengusut lebih lanjut kepemilikan senjata api yang diduga digunakan oleh laskar FPI," ujar Komisioner Komnas HAM dalam konferensi pers, Jumat (8/1).

Pihak kepolisian sebelumnya menyebut bahwa ada senjata rakitan yang diduga digunakan FPI pada saat peristiwa tersebut.

Akan tetapi, tudingan itu dibantah FPI. Menurut pihak FPI, anggotanya tidak dibekali senjata.

Sejalan dengan adanya dugaan kepemilikan senjata tersebut, Komnas HAM juga menemukan proyektil peluru yang identik berasal dari senjata rakitan.

Baca juga: Prediksi Puncak Musim Hujan Hingga Februari 2021, 7 Titik Di Kota Bandung Ini Rawan Banjir Parah

Dugaan itu juga diperkuat dengan informasi yang didapatkan Komnas HAM dari data ponsel milik laskar FPI yang diserap melalui cellebrite UFED touch, sebuah alat yang mampu menyedot data dari ponsel milik Polri.

"Oleh karenanya dalam rekomendasi kami soal kepemilikan senjata oleh FPI harus ditindaklanjuti apakah betul dan tidak. Kalau betul ya harus ada tindakan hukum, kalau tidak ya diklarifikasi," kata Anam. "Makanya ini menjadi salah satu poin rekomendasi di kami," ucap dia. 

Dalam temuan investigasinya, Komnas HAM membagi dua konteks peristiwa.  Konteks pertama, dua laskar FPI tewas ketika bersitegang dengan aparat kepolisian dari Jalan Internasional Karawang Barat sampai Km 49 Tol Japek.

Baca juga: Saat Minimarket Mau Ditutup Perampok Masuk, Todong Kasir dan Duit Hasil Usaha Dua Hari itu Digasak

Sementara itu, kontek kedua adalah tewasnya empat laskar FPI. Komnas HAM menyebut keempatnya tewas ketika sudah dalam penguasaan aparat.

Oleh karena itu, dalam konteks ini, aparat kepolisian dianggap telah melakukan pelanggaran HAM. (Achmad Nasrudin Yahya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Komnas HAM: Usut Kepemilikan Senjata yang Diduga Digunakan Laskar FPI"

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved