Ketua YKKJRK: Mengasihi karena Allah Lebih Dahulu Mengasihi Kita

Pada masa pandemi Covid-19, banyak orang hidup dalam ketakutan, kegelisahan, dan penuh kekhawatiran.

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Bakti sosial yang dilakukan Yayasan Kebhinnekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami (YKKJRK) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pada masa pandemi Covid-19, banyak orang hidup dalam ketakutan, kegelisahan, dan penuh kekhawatiran.

Dampak sosial dari merebaknya Covid-19 yang semakin meningkat ini membuat turunnya kemampuan daya beli masyarakat yang membuat kebutuhan konsumtif masyarakat meningkat, terutama pada sebagian orang yang kurang mampu.

Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan Kebhinnekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami (YKKJRK), Petrus Adamsantosa. Adam mengatakan, hal itu mengingatkan kita untuk bersungguh-sungguh bergantung kepada Tuhan dan sekaligus mengingatkan kita untuk mengasihi kepada sesama serta berbagi kebahagiaan secara berkesinambungan dalam situasi dan kondisi seperti ini. 

"Maka dengan diadakannya kegiatan bakti sosial, kita bisa saling berbagi kebahagian melalui baksos tersebut," tutur Adam di sela baksos rutin mingguan yang kembali digelar pada Senin dan Selasa 4-5 Januari 2021.

Menyambut tahun baru 2021, baksos YKKJRK tetap digelar seperti biasanya selama dua hari, yaitu pada Senin dan Selasa. 

Terkait baksos yang dilaksanakan pekan ini, Petrus Adamsantosa bersama tim relawan yaitu Tim Javaretro Hotel dan tim TNI dari Garnisun Kogartap II/Bandung, memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti pemulung, gelandangan, serta warga penyandang disabilitas.

Paket baksos yang dibagikan adalah berupa sembako berisi beras, gula, dan saus sambal. Termasuk makanan-minuman siap saji, seperti nasi kotak dan air jahe merah hangat yang sangat bermanfaat bagi kekebalan imun tubuh. 

"Saya sangat merekomendasikan air jahe merah untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan di jalanan karena sangat berguna untuk kesehatan di tengah pandemi Covid-19," tutur Adam. 

Menurut Adam, bantuan baksos yang dipersiapkan adalah sebanyak 100 paket sembako yang dibagikan ke beberapa wilayah oleh beberapa tim selama dua hari. 

Pada hari pertama sebanyak 58 paket sembako dibagikan, dibantu oleh Ngadiso dari Kogartap II/ Bandung beserta  tim Javatretro yang dikoordinatori Aji.

Tak lupa pula anggota Sintel Kodam lll, Toni, beserta  tim Javatretro yang dikoordinatori Anto, turut membantu mendistribusikan bantuan itu. 

"Baksos ini menelurusi sejumlah ruas jalan Kota Bandung secara random serta tempat-tempat pelosok. Target khusus kami adalah anak-anak dan ibu meliputi daerah Permata, Sukajadi, Pasteur, Jalan Aceh, Banda, Sumatera, Jawa, dan Riau," kata Adam. 

Di hari kedua, sebanyak 42 paket dibagikan oleh anggota Kopasus, Yani, beserta tim Javaretro yang dikoordinatori Restu dan Yanto.

Hari kedua menyusuri daerah khusus pemukim para penyandang disabilitas di daerah Gunung Batu dan Pajajaran, serta tunawisma di daerah Taman Maluku, Taman Lalu lintas, Jalan Belitung, Jalan Patrakomala, dan Taman Cempaka. 

"Di sela baksos ini, kami spesialkan untuk sedikit bercerita kepada para difabel yang ternyata banyak dari mereka yang mempunyai profesi yang mulia. Misalnya Ibu Lina (44) sebagai pengajar di sekolah, ada juga Yogi (22) sebagai pelajar di Jurusan Kesejahteraan Sosial dan beberapa dari mereka mempunyai vokal yang cukup baik untuk bernyanyi . Kami sangat tidak sabar untuk baksos selanjutnya, semoga apa yang kami kerjakan hari ini dapat tersampaikan energi postif yang dapat dirasakan oleh rekan pembaca semuanya," kata Adam.

Dokumentasi baksos Javaretro setiap minggunya selalu diabadikan dalam bentuk video yang ditayangkan di siaran resmi YouTube Javaretro Hotel & Suites.

Untuk menyaksikan video dokumentasi baksos ini setiap minggunya, bisa klik tautan link berikut ini:

https://www.youtube.com/channel/UCV6_A7kOyzsTDdiPihmX1UA

“Saya berdoa untuk mereka para pejuang kehidupan yang keras di jalanan agar turut merasakan suka cita kebahagiaan dan kedamaian di tahun baru ini. Saya juga berharap semoga kehidupan kita bisa segera pulih dan makmur kembali. Jika ada orang bertanya apakah harta saya berkurang karena berbagi? Jawaban saya adalah berbagi tidak akan pernah membuat kita kekurangan, justru saat yang paling tepat untuk berbagi adalah saat kita dalam keadaan kekurangan, apalagi jika mengingat bahwa kita harus mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita," tutur Adam. (kemal setia permana)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved