Breaking News:

Ngeluh Mati Rasa dan Penciuman, Pilih Mengurung Diri, Perantau Dari Bekasi Meninggal di Kos-kosan

Endang (58), perantau dari Bekasi yang meninggal di kamar kos di Kota Tasikmalaya, Senin (4/1) sore, ngeluh mengalami gejala mati rasa dan penciuman

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Siti Fatimah
Thinstock via Kompas.com
ilustrasi mayat- Endang (58), perantau dari Bekasi yang meninggal di kamar kos di Kota Tasikmalaya, Senin (4/1) sore, ngeluh mengalami gejala mati rasa dan penciuman 

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Endang (58), perantau dari Bekasi yang meninggal di kamar kos di Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Senin (4/1) sore, ternyata sebelumnya mengalami gejala mati rasa dan penciuman.

Karena itu, warga yang sempat kontak dengan korban, diharapkan memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat.

"Dari keterangan sejumlah tetangga, sebelum meninggal korban mengeluh mati rasa dan penciuman serta sakit dada," kata Kapolsek Cibeureum, AKP Suyitno, Selasa (5/1).

Baca juga: Polisi di Daerah Ini Keliling Pakai Mobil Patroli, Jualan Bahan Pokok, Warga Bisa Belanja Cuma-cuma

Endang yang sehari-hari jualan fried chicken diketahui pulang ke Bekasi, 25 Desember 2020.

Ia pulang tanggal 28 Desember dan keesokan harinya jualan kembali.

"Namun sehari setelah jualan, korban yang tinggal sendiri itu mengeluh sakit. Bahkan ia mengaku hilang rasa dan penciuman serta sakit dada," ujar Suyitno.

Baca juga: Tiga Rumah Sakit Penuh, Satu Rumah Sakit Bahkan Lebihi Kapasitas, Begini Kondisi Covid-19 di Jabar

Setelah itu Endang mengurung diri sambil berobat mandiri.

Kepada tetangga ia melarang datang karena khawatir ia terkena Covid-19.

Namun begitu warga tetap memantau.

Tapi pada Senin sore diketahui korban sudah tak bergerak lagi dan segera dilaporkan ke Puskesmas terdekat.

Baca juga: Kouta Vaksin Covid-19 Tahap Pertama 45 ribu, Soal Jadwal Vaksinasi, Ini Kata Kadinkes Kota Bandung

"Korban ternyata memang sudah meninggal dunia. Untuk menghindarihal tak diinginkan, petugas ber-APD memulasara dilokasi," kata Suyitno.

Seusai dipulasara dan disolatkan, jasad korban dimasukkan ke dalam peti mati dan dibungkus plastik lalu dibawa ke RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya.

Baca juga: Semua Objek Wisata di Sumedang Buka Lagi Setelah Tutup 4 Hari Saat Libur Tahun Baru 2021

Suyitno pun mengharapkan dinas terkait melakukan tracing dan swab test kepada yang pernah kontak dengan korban. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved