Dokter Meninggal Akibat Covid-19 di Kuningan Ternyata Masih Keluarga Besar Almarhum Bos PO Luragung

Dokter di Kuningan yang meninggal akibat Covid-19, Eko Bagus Permana, Senin (4/1/2021), ternyata termasuk keluarga besar almarhum Nanan, bos Luragung.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Giri
AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Ilustrasi Covid-19. Dokter Meninggal Akibat Covid-19 di Kuningan Ternyata Masih Keluarga Besar Almarhum Bos PO Luragung 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN – Dokter di Kuningan yang meninggal akibat Covid-19, Eko Bagus Permana, Senin (4/1/2021), ternyata termasuk keluarga besar almarhum Nanan, bos PO Luragung.

“Almarhum dokter Eko adalah adiknya dokter Sinta atau istri dari almarhum Pak Nanan yang meninggal belum lama ini. Jadi, kami ini merupakan keluarga kesehatan,” ungkap Direktur RSUD 45 Kuningan, Deki Syaifullah, saat memberikan keterangan kepada Tribun, Selasa (5/1/2021).

Setelah dinyatakan meninggal dunia, Deki mengatakan, Eko langsung dikebumikan pada malamnya.

“Pemakaman dilakukan dengan protokol kesehatan dan petugasnya pun lengkap gunakan pakaian alat pelindung diri,” ujar Deki.

Deki mengatakan, jenazah Eko dikebumikan di Kecamatan Jalaksana.

Berdasarkan data terhimpun, Eko Bagus Permana adalah tim medis di Kota Semarang yang berencana pindah tugas ke Kuningan.

Eko meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca juga: CATAT! Ini Tanggal Pendaftaran SNMPTN dan UTBK SNMPTN 2021, Unduh Materi di www.ltmpt.ac.id

Baca juga: Santap Menu di Ngunduh Mantu, Puluhan Warga Kawali Ciamis Keracunan, Ustaz Meninggal Dunia

Deki mengatakan, Eko merypakan kakak iparnya.

Deki menjelaskan kronologi meninggalnya kakak ipar. Kata Deki, almarhum yang dinas di Semarang itu hendak pindah tugas di Kuningan.

"Di sini sedang ngurus surat pindah di IDI (Ikatan Dokter Indoensia) untuk tugas di Kuningan," katanya.

Namun dalam perjalanan tersebut, kata Deki, Eko yang memiliki riwayat penyakit darah tinggi sempat lemah dan langsung mendapat penangan medis di RSUD.

Baca juga: Kapolresta Tasik Tegaskan Akan Tindak Geng Motor yang Berbuat Kriminal, Ini Pesan untuk Orang Tua

Baca juga: Bikin Korban Trauma dan Videonya Viral, Pelaku Ekshibisionisme di Karawang Diburu Polisi

"Kakak ngedrop dan pas di periksa itu keluar diagnosis Covid-19," katanya.

Eko kemudian mendapat perawatan intensif di rumah sakit dalam belasan hari. Namun, nyawanya tak tertolong. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved