Terpopuler

Video Viral, Seorang Perempuan Asal Karawang Menghina Pancasila Sebut Sampah, Berani Tunjukkan KTP

Sebuah video membuat warga Karawang geger, seorang perempuan yang mengaku bernama Ani, menghina Pancasila.

Editor: Hilda Rubiah
Tangkapan layar
Tangkapan layar wanita bernama Ani yang menghina Pancasila adalah sampah dan layak diinjak-injak. 

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Sebuah video membuat warga Karawang geger, seorang perempuan yang mengaku bernama Ani, menghina Pancasila.

Dalam video 30 detik yang diunggah ulang akun instagram @halokrw, perempuan itu menghina Pancasila yang merupakan ideologi negara.

Dalam video itu perempuan ini mengenakan pakaian berwarna ungu tengah memegang buku berjudul Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

"Ani akan menerangkan tentang Pancasila. Lihat ya, lihat ya. Ini garuda negara lambang Indonesia, Pancasila ya. Ini Pancasila sampah, ini sampah. Pancasila sampah, kotoran, layak untuk diinjak-injak," ujar Ani dalam videonya.

Baca juga: Fakta Pemuda 22 Tahun Asep Rahayu Derita Kanker, Awalnya Seperti Sariawan tapi Tak Kunjung Sembuh

Akun @halokrw juga mengunggah video lainnya yang juga berdurasi 30 detik. Dalam video kedua, perempuan yang diduga Ani tersebut  menunjukan sebuah KTP-el.

Dalam KTP-el tersebut tercantum bernama Ani dengan foto perempuan berkerudung dan beralamat di Dusun Neglasari,Desa Sukamerta, Rawamerta, Karawang.

"Saya hanya ingin memperlihatkan KTP saya. Nah ini KTP saya. Di sini saya tinggal di alamat ini. Nah yang ini fotocopy. KTP saya itu hilang, fotocopy masih ada. Kalau yang ini yang baru," katanya.

Baca juga: KABAR GEMBIRA, Dibuka Rekrutmen Tamtama TNI AD Tahun 2021 Minimal Lulusan SMP, Cek Daftar di Sini

GMNI Karawang Minta Penghina Pancasila Ditindak Tegas

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karawang, Jawa Barat, meminta pelaku dugaan penghinaan lambang negara agar ditindak tegas.

"Siapa yang melakukan penghinaan terhadap ideologi negara harus diproses hukum. Kita berharap dalam hal ini pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan terhadap kasus penghinaan Pancasila," ungkap Ketua DPC GMNI Karawang, Arief Kurniawan, saat dihubungi Tribun, Minggu (3/1/2020).

Arief menilai saat ini implementasi Pancasila di masyarakat masih sangat kurang.

Secara teknis peran pemerintah, disebutkan oleh Arief, memang penting untuk menggaungkan nilai-nilai Pancasila dari berketuhanan, gotong-royong, dan kerukunan umat beragama.

"Tetapi langkah yang paling penting adalah tokoh negara, tokoh politik, dan tokoh masyarakat di daerah seharusnya mampu memberikan contoh dalam mengimplementasikan kepada masyarakat secara langsung," kata dia.

Dengan begitu, ia meyakini kejadian penghinaan terhadap simbol-simbol negara tidak akan terulang setiap tahunnya. 

Baca juga: Puncak Peningkatan Penumpang di Terminal Leuwipanjang Bandung Diprediksi Hari Ini, Kemarin 2.900

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved