Breaking News:

Curhatan Produsen Tahu dan Tempe di Purwakarta Setelah Harga Kedelai Melonjak, Siasati Seperti Ini

Beberapa hari lalu sempat terjadi kelangkaan tempe dan tahu akibat tingginya harga kacang kedelai

tribunjabar/nandri prilatama
Curhatan Produsen Tahu dan Tempe di Purwakarta Setelah Harga Kedelai Melonjak, Siasati Seperti Ini 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Beberapa hari lalu sempat terjadi kelangkaan tempe dan tahu akibat tingginya harga kacang kedelai yang membuat para produsen tempat maupun tahu harus mengurangi produksinya.

Seorang produsen tempe di wilayah Plered, Purwakarta, Palal (45) mengaku saat ini harga kacang kedelai sudah di angka Rp 9.500 per kilogram dari sebelumnya Rp 7 ribu per kilogram.

Palal menyebut kenaikan kacang kedelai ini terjadi bertepatan dengan masuknya corona ke Indonesia yang membuat harga kacang kedelai merangkak naik.

"Awalnya naik Rp 7.500, lalu Rp 8.000, terus Rp 9.200 dan kini Rp 9.500 per kilogram. Jadi, kami terpaksa menaikkan harga jual tempe ke konsumen dari Rp 2.500 menjadi Rp 3.000," ujarnya, Senin (4/1/2021) di Kampung Sukasari, Desa Cibogohilir, Plered, Purwakarta.

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Bebas Murni pada 8 Januari 2021, Setelah Dipidana Selama 15 Tahun

Tak hanya itu, Palal juga mengaku dirinya mengurangi daya beli kacang kedelai dari biasanya 1 kwintal menjadi hanya 80 kilogram.

Namun, dia pun bersama produsen tahu tempe lainnya memutuskan berhenti memproduksi selama tiga hari lantaran kecewa pada pemerintah.

"Kami berharap pemerintah ikut andil mendukung keberlangsungan produsen tempe di Purwakarta agar tetap bertahan di tengah pandemi," ucapnya.

Baca juga: Dikomentari Politisi Gerindra Fadli Zon, Ternyata Ini Fungsi Alat yang Ditemukan di Perairan Selayar

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved