Breaking News:

Misteri Petilasan Mbah Tiga Saudara, Diketahui Penyebar Islam Tempo Dulu, Belum Ada Peninggalan

Sosok tiga orang bersaudara Mbah Langlang Buana, Mbah Muluk, dan Mbah Alit masih misterius dan kisahnya hanya lisan turun-temurun.

Penulis: Ery Chandra | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Lokasi petilasan tua yang dianggap keramat, Mbah Tiga Bersaudara, di Gang Keramat, Jalan Sadarmanah, Kota Cimahi, Minggu (3/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Sosok tiga orang bersaudara Mbah Langlang Buana, Mbah Muluk, dan Mbah Alit masih misterius dan kisahnya hanya lisan turun-temurun dari para orang tua kepada anak-cucu.

Petilasan tiga saudara itu disebut berada pada tanah makam wakaf Astana Gede di kawasan Gang Keramat, Jalan Sadarmanah, Kota Cimahi.

Pegiat sejarah dari Tjimahi Heritage, Machmud Mubarok, mengaku tak banyak mengetahui lengkap ihwal historis, jejak, hingga kiprah tiga bersaudara tersebut.

Baca juga: Misteri Petilasan Mbah Tiga Saudara, Tiga Abad Berada di Gang Keramat Cimahi, Banyak Diziarahi Warga

Baca juga: Demi Anak Istri, Yayan Tetap Bikin dan Berjualan Tahu, Ukuran Tetap tapi Harga Naik

"Tentang sejarah makam keramat ini saya enggak tau apa-apa, asli. Karena bertanya ke sesepuh juga, ya cuma gitu saja, tiga bersaudara penyebar Islam," ujar Kang Mac, sapaan karibnya, saat dikonfirmasi Tribun via ponselnya, di Kota Cimahi, Minggu (3/1/2021).

Bukti ataupun peninggalan yang menguatkan bahwa tiga orang bersaudara tersebut sebagai penyebar Islam masih berupa penuturan secara lisan turun-temurun.

"Hanya cerita lisan yang didapat masyarakat setempat. Karena tidak ada jejak pesantren atau murid-murid mereka," katanya.

Namun, menurut Kang Mac, pada bagian belakang pemakaman tersebut, yang hanya terpisah selokan, terdapat juga makam seorang wali, yakni Eyang Santoan Dalem Wali Kundu.

Petilasan Mbah Tiga Bersaudara
Petilasan Mbah Tiga Bersaudara (Tribun Jabar)

Selain itu, menurutnya, sosok Mbah Mukodar di Cibeureum Kidul melekat dengan pesantren tertua di Kota Cimahi. Tokoh tersebut diklaim datang ke kawasan itu tahun 1620-an.

"Sebelum Mataram menyerang Batavia. Dia punya pesantren dan masih ada sampai sekarang," ujarnya.

Dua ahli sejarah peradaban Islam dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung tak jauh berbeda ketika dihubungi Tribun Jabar. Mereka mengaku belum mengetahui ihwal tiga orang sosok bersaudara tersebut.

Tribun Jabar berupaya menggali informasi ihwal tersebut. Mulai dari petugas makam Abah Daryana (65), warga setempat Dadan Suherlan (50), sesepuh setempat Tarman Sutarman (58), hingga Ketua RT 02, Gang Keramat, Kelurahan Leuwigajah, Dadan Rohimat.

Ragam cerita dan kisah mengenai petilasan tiga orang bersaudara yang disebut telah ada sejak tiga abad lalu di kawasan Gang Keramat, Kota Cimahi, tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved