Bak Film Warkop, Satu Mobil Berisi 33 Penumpang, Langsung Diamankan Jajaran Polresta Bandung

Ketiga mobil kelebihan muatan tersebut langsung diamankan oleh jajaran Polresta Bandung di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu (3/1/2020).

Istimewa
Mobil elf yang kelebihan penumpang diamankan polisi dari Polresta Bandung di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu (3/1/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Bak film komedi Warkop, tiga mobil elf, masing-masing mengakut 33 penumpang.

Ketiga mobil tersebut langsung diamankan oleh jajaran Polresta Bandung di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu (3/1/2020).

Kasatlantas Polresta Bandung, Kompol Erik Bangun Prakasa, mengatakan, penumpang tiga mobil tersebut tak hanya ada di dalam mobil, tapi beberapa orang duduk di atap mobil bersama barang.

Baca juga: Misteri Petilasan Mbah Tiga Saudara, Diketahui Penyebar Islam Tempo Dulu, Belum Ada Peninggalan

Baca juga: Demi Anak Istri, Yayan Tetap Bikin dan Berjualan Tahu, Ukuran Tetap tapi Harga Naik

"Kami ke pinggirkan dan kami amankan, kami cek ternyata mobil tersebut kelebihan muatan," kata Erik.

Jadi mobil itu, menurut Erik, kapasitasnya hanya 15 orang dan di musim pandemi ini maksimal bisa 8-10 orang.

"Tapi mobil itu mengangkut sampai 33 orang, masuk semua itu, udah kayak ikan asin dan menempuh perjalanan 6 jam dari Cisampet Garut ke Bandung. Selama 6 jam posisinya seperti itu, di atasnya juga ada barang," tuturnya.

Polisi, kata Erik, mengamankan tiga mobil elf yang masing-masing mengangkut 33 orang beserta barang, sekitar pukul 20.15 WIB.

"Penumpangnya dialihkan ke mobil lain, sesuai dengan protokol kesehatan ke tujuan mereka masing-masing dan kami data," ujar Erik.

Ternyata, kata Erik, ketiga mobil tersebut berasal dari Cisompet, Garut, menuju ke Kabupaten Bandung, sekitaran Cileunyi.

"Mereka saling kenal, ternyata mereka sering melakukan seperti ini dan kali ini tertangkap oleh kami. Ini (mobil mengangkut penumpang) sudah kayak di film Warkop," tuturnya.

Erik mengimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan karena sekarang masih pandemi Covid-19.

"Jika mengangkut penumpang, sesuaikan dengan kapasitas angkutan umumnya. Laksanakan sesuai dengan aturan keselamatan yang ada," kata Erik.

"Untuk mobil penumpang, penumpang adanya di dalam, bukan di atap kendaraan. Itu berbahaya sekali," ujarnya.

Erik menjelaskan, jika kejadian seperti itu lalu ada ada hal yang tak diinginkan, atau ada kelalaian sopir, sopir bisa dipidanakan.

"Jadi kami harapkan pengemudi jangan berpikiran pendek, harus berpikir panjang karena kalau ada apa-apa dengan penumpangnya, menjadi tanggung jawab sopir tersebut, jangan memaksakan diri," ucapnya. (lutfi am)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved