Breaking News:

Tahun 2021 Baru Sehari, Tahu dan Tempe Menghilang di Kota Bandung, Ternyata Ini Biang Keroknya

Tahu dan tempe menghilang di Kota Bandung pada Jumat (1/1/2021). Seperti yang

Tribun Jabar/ Kemal Setia Permana
Kodir, seorang pengusaha tempe, sedang membereskan tempe hasil produksinya di Jalan Babakan Irigasi Kota Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tahu dan tempe menghilang di Kota Bandung pada Jumat (1/1/2021).

Seperti yang terpantau di Pasar Ulekan Jalan Pagarsih, Pasar Astanaanyar, Pasar Panjunan dan Pasar Basalamah, semua los tahu maupun tempe tak berjualan.

Menurut Wawan pedagang daging ayam yang bersebelahan dengan kios penjual tahu dan tempe di Pasar Astanaanyar, pedagang tahu hari Kamis 31 Desember 2021 masih berjualan tetapi hari Jumat 1 Januari 2021 tidak berjualan karena pabriknya tak ada yang produksi. 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan, menghilangnya tahu dan tempe di Kota Bandung karena sudah disepakati tidak produksi sampai 3 Januari 2021.

Baca juga: Menatap Awan di Bawah Mata Kaki Saat Berdiri di Satu Desa Halaman Belakang Gunung Papandayan

Menurut Elly kesepakatan tidak produksi atau mogok dikarenakan kenaikan harga kedelai yang terjadi di Kota Bandung akibat stok yang menipis.

Elly Wasilah mengatakan, bahan baku tahu dan tempe yang dijual di pasaran di Kota Bandung ini diimpor langsung dari Amerika.

"Kacang kedelai itu impor dari Amerika dan kelangkaan kedelai bukan di Kota Bandung tapi di seluruh wilayah di Indonesia jika, kedelai itu di impor dari Amerika," ujar Elly melalui sambungan telepon, Jumat (1/1/2021).

Elly mengatakan,  pandemi Covid-19 juga memiliki dampak terhadap kenaikan salah satu bahan pokok ini.

'Ada pandemi Covid-19, ditambah dengan Natal dan Tahun Baru, jadi kedelai dari Amerika tertahan dan belum masuk ke Indonesia. Jadi, stoknya menipis efeknya harga naik tembus di angka Rp 2.000 ribu per kilogram." ujar Elly.

Baca juga: Memasuki 2021, Kapten Persib Supardi Nasir Berharap Kompetisi di Indonesia Bisa Berjalan kembali

Menurut Elly,  harga kedelai semula Rp 7.200 sekarang mencapai Rp 9.000 perkilogram. Pihaknya kini sedang mendata produsen tahu dan tempe, sedangkan distributor yang terdata baru di Pasirkoja.

Ia mengatakan,  informasi dari pemerintah pusat, kedelai dari Amerika cukup, kini akan cari solusi mendatangkan kedelai dari Kanada, yang akan sampai di Bandung pada Bulan Januari 2021 mendatang.

Elly mengatakan,Kota Bandung tak bisa mengambil keputusan terkait kacang kedelai karena  bergantung kepada pemerintah pusat, karena kebijakan impor ada di pemerintah pusat. 

"Impor kacang kedelai sama dengan bawang putih, di Indonesia tidak ada produksi tergantung ke negara lain," ujar Elly

Penulis: Tiah SM
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved