Breaking News:

Lewati Jalan yang Tergenang Air, Jangan Langsung Dilibas dengan Kecepatan Tinggi, Ini Bahayanya

Selama ini, masih banyak pengendara yang justru meningkatkan kecepatan kendaraannya ketika melibas genangan air.

Tribun Jabar/Deni Denaswara
Sejumlah kendaraan berusaha menerobos banjir di Jalan Mohamad Toha, Bandung, Rabu (23/12/2020). 

TRIBUNJABAR.ID - Musim hujan diprediksi masih terjadi di awal tahun 2021. Banyak jalan di Jawa Barat rentan tergenang air bila hujan lebat terjadi dalam kurun waktu cukup lama.

Genangan air tersebut menjadi berbahaya bagi para pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat.

Yang perlu diperhatikan saat berkendara dalam kondisi hujan adalah kecepatan kendaraan, terutama bila melaju di jalanan yang masih basah atau bahkan tergenang air.

<

Selama ini, masih banyak pengendara yang justru meningkatkan kecepatan kendaraannya ketika melibas genangan air.

Padahal, perilaku tersebut cukup berbahaya karena bisa menyebabkan kendaraan kehilangan kestabilan hingga membuat kendaraan tergelincir atau mengalami gejala aquaplaning.

Dilansir dari Kompas.com, Safety Riding Supervisor Astra Motor Jateng Oke Desiyanto mengatakan, ketika berkendara di jalanan yang tergenang sebaiknya mengurangi kecepatan kendaraan.

Hal ini bertujuan agar ban bisa mendapatkan waktu untuk membelah air sehingga ban tidak kehilangan daya cengkeramannya.

“Berkendara dengan kecepatan rendah saat melewati genangan sehingga memberi waktu ban itu bisa membelah air dan mengalirkan air keluar jalur ban,” ujar Oke kepada Kompas.com, Jumat (1/1/2021).

Baca juga: Pandemi Covid-19, Pengelola Tempat Wisata Harus Bikin Inovasi, Seperti Vila Kancil di Solokan Jeruk

Oke menambahkan, saat melintasi jalan yang masih tergenang gunakan gerakan lembut dan teratur, tetap dengan kecepatan rendah.

“Untuk melalui jalanan basah agar ban tidak mudah kehilangan grip karena licin. Periksa juga tekanan ban motor, pastikan sesuai dengan standar agar alur ban berfungsi untuk membelah dan mengalirkan air sempurna,” katanya.

Perlu dipahami, kata Oke, ketika hujan dan setelah hujan menyebabkan kondisi permukaan ban dan aspal dilapisi oleh air.

Kondisi ini menyebabkan, daya cengkraman ban ke aspal menjadi tidak sempurna dibandingkan saat kering.

Baca juga: Mulai Awal Tahun 2021, RTH Jatibarang Indramayu hanya Dibuka Sampai Pukul 18.00 WIB

“Terlebih saat melewati genangan, bisa menyebabkan permukaan ban naik ke atas permukaan air,” ucapnya.

On Vehicle Test (OVT) Manager Zulpata Zainal mengatakan, untuk menghindari terjadinya gejala hydroplaning adalah dengan mengurangi kecepatan kendaraan ketika melibas jalan basah.

“Tidak ada trik untuk menghindari terjadinya aquaplaning. Agar tidak mengalaminya, jangan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi saat melibas genangan air,” kata Zulpata.

Baca juga: GIF Terbaru dan Gambar Menarik Tahun Baru 2021, Pasang di Foto Profil Telegram atau Kirim ke WAG

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bahaya Melibas Jalanan yang Tergenang Air dengan Kecepatan Tinggi"

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved