Breaking News:

Penanganan Virus Corona

Gubernur Jabar Jamin Penyimpanan Vaksin Covid-19 di Bandung Aman, Dijaga Ketat Tim Gabungan

Sejumlah personel TNI dan Polri mengawal perjalanan vaksin tersebut dari Bandara Soekarno-Hatta hingga tiba di Kota Bandung.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Seli Andina Miranti
istimewa/Sekretariat Presiden
ILUSTRASI - Vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu malam, (6/12/2020), langsung dibawa menuju Kantor Pusat Bio Farma di Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan kiriman 1,8 juta dosis vaksin Sinovac telah tiba dengan selamat dan aman di PT Bio Farma, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Kamis (31/12/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.

Sejumlah personel TNI dan Polri mengawal perjalanan vaksin tersebut dari Bandara Soekarno-Hatta hingga tiba di Kota Bandung.

"Pak Kapolda (Irjen Pol Ahmad Dofiri) melaporkan jam 18.00 WIB paket vaksin sudah sampai ke gudang Bio Farma, dikawal oleh tim gabungan TNI-Porli," ujarnya usai menggelar inspeksi situasi malam tahun baru di Kota Bandung, Kamis (31/12/2020).

<

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menjelaskan, bahwa vaksin Covid-19 merupakan instrumen vital dalam memerangi Covid-19, oleh karenanya pemerintah enggan sembarangan dalam mengamankan vaksin untuk mengatasi pandemi Covid-19 tersebut.

Sehingga, teknis pengamanannya dilakukan dengan snagat ketat dengan penjagaan dan pengawasan tim gabungan bersenjata lengkap.

"Jadi pengamanan tidak hanya satpam Bio Farma. Di sana (Bio Farma) juga ada polisi dan TNI untuk memastikan barang yang sangat luar biasa berharga ini (vaksin Covid-19), tidak ada gangguan dalam proses perjalanan maupun penyimpanan, Insya Allah aman, itu jaminan dari kami (Pemprov Jabar)," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, tim gabungan TNI-Polri sebanyak 1.168 personel dikerahkan untuk mengawal perjalanan vaksin Covid-19 dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten menuju ke kantor pusat PT Bio Farma di Jalan Dr Djunjunan atau Pasteur, Kota Bandung.

Baca juga: Maklumat Kapolri tentang Larangan Kegiatan FPI, Berlaku Mulai 1 Januari 2021, Begini Isi Lengkapnya

Sebanyak 1,8 juta dosis vaksin Covid-19 yang dibuat oleh perusahaan farmasi asal Tiongkok, Sinovac itu disimpan dalam sebelas kotak berpendingin khusus. Setelah tiba di Terminal Cargo 530 Bandara Udara Soekarno-Hatta pada Kamis (31/12/2020), kotak-kotak berisi vaksin tersebut, kemudian diangkut menggunakan empat truk kontainer.

Dalam siaran pers yang diterima Tribun Jabar, Kamis (31/12/2020), Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol. Istiano, Asops Kapolri Irjen Pol. Imam Sugianto, Kabag Ops Korlantas Porli, Kombes Pol. Rudi Antariksawan, dan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo telah memantau langsung pengiriman vaksin covid-19 yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

Pangdam Jaya bersama Kakorlantas telah melakukan pemantauan proses pemindahan vaksin Sinovac dari pesawat menuju truk-truk yang telah disiapkan untuk mengangkut vaksin tersebut menuju tempat penyimpanan vaksin di Bandung.

Vaksin Sinovac tersebut, merupakan tahap kedua setelah 1,2 juta dosis vaksin Sinovac tahap pertama mendarat di Indonesia pada Minggu (6/12/2020).

Baca juga: Perbedaan Vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech dan Oxford-AstraZeneca, Mana yang Lebih Efektif?

Pengawalan yang dilakukan melibatkan Unit Urusan Kesehatan (Urkes) Bandara Soetta bersama anggota TNI-Polri. Bahkan, Pelaksanaan protokol kesehatan ketat diterapkan dalam prosedur pengiriman vaksin ini ke Bandung dengan mewajibkan pengemudi melaksanakan rapid test terlebih dahulu.

Jumlah personel yang dilibatkan dalam pengawalan dan pengamanan pengiriman vaksin masih sama seperti pada pengiriman vaksin tahap pertama, yaitu 238 personel dari Mabes Polri, 152 personel Polda Metro Jaya, 530 personel Polda Jawa Barat, dan 248 personel TNI.

Pemerintah lewat Satgas Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M (Memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak).

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Makanya, pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Tribunjabar.id, grup Tribunnews.com, mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M ( wajib memakai masker, wajib rajin mencuci tangan, dan wajib selalu menjaga jarak ).

Bersama-kita lawan virus corona.

Baca juga: Perbedaan Vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech dan Oxford-AstraZeneca, Mana yang Lebih Efektif?

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved