Breaking News:

Malam Tahun Baru, 129 Orang Pilih Mendaki Gunung Ciremai, Pendaki Harus Tunjukan Hasil Tes Covid-19

Ratusan pendaki berasal dari dalam dan luar daerah Kuningan ini bertolak melalui jalur pendakian pos Palutungan.

Editor: Siti Fatimah
istimewa
Tim pendaki asal Karawang batalkan pendakian ke Gunung Ciremai akibat cuaca buruk 

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Sebanyak 129 orang pendaki Gunung Ciremai terlihat hendak merayakan malam pergantian tahun di puncak gunung tertinggi di Jawa Barat.

Ratusan pendaki berasal dari dalam dan luar daerah Kuningan ini bertolak melalui jalur pendakian pos Palutungan.

Baca juga: Download Gambar Tahun Baru 2021, Ucapan Happy New Year 2021 yang Cocok Dipasang di Media Sosial

"Musim liburan Natal dan Tahun Baru saat ini, seluruh pendaki Gunung Ciremai yang berasal dari luar Kabupaten Kuningan wajib membawa hasil rapid test antigen," kata Sandi Baron sekaligus pengelola pos pendakian Jalur Palutungan, di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan, Kamis (31/12/2020).

Sandi Baron mengatakan bahwa jalur pendakian di Kuningan itu ada tiga jalur yang dibuka di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.

Baca juga: Arus Lalin Cicurug - Ciawi Landai, Kendaraan Dari Luar Kota Wajib Tunjukan Hasil Tes Covid-19

"Ketiga jalur itu diantaranya jalur pendakian Jalur Linggajati, Linggasana, dan Palutungan. Sedangkan untuk jalur Apuy yang berada di Kabupaten Majalengka, ditutup akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM)," kata Baron.

Baron sekaligus Masyarakat Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC) pos pendakian Jalur Palutungan ini menyebutkan bahwa  kuota pendaki gunung ciremai perharinya dibatasi.

Baca juga: VIDEO-Pantau Malam Tahun Baru, Wali Kota Bandung Tegur Mini Market dan Warung Makan yang Masih Buka

"Sehari maksimal 150 orang, namun untuk hari ini yang berangkat sebanyak 129 orang, ini karena protokol Covid-19," katanya.

Kemudian untuk waktu keberangkatan para pendaki pun dibatasi yaitu sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

Baca juga: Kawasan Nongkrong di Kota Bandung Nyaris Sepi pada Malam Pergantian Tahun

"Bila lebih dari itu maka para pendaki tidak boleh naik, dan mereka terpaksa harus turun," katanya.

Dilingkungan pos pendakian Jalur Palutungan saat ditemui Pelajar SMK PGRI Karawang diketahui bernama Randi mengaku kurang berkenan dengan membatalkan pendakian saat ini.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Pelaku Usaha Busana Muslim Ini Bisa Tetap Eksis, Ternyata Ini Kuncinya

"Perasaan kurang berkenan ada, namun mau bagaimana lagi.  Karena ada badai di atas dan hujannya pun deras, kami batalkan pendakian kali ini," ujar Endi.

Disampingi itu, masih kata Tandu mengaku bahwa tim pendakian yang terdiri dari tujuh orang.

Baca juga: Resmi Jalanan Protokol di Purwakarta Ditutup, Volume Kendaraan Tampak Ramai Lalu Lalang

"Juga tidak memiliki persiapan yang matang saat akan melakukan perjalananan, hal ini disebabkan rencana keberangkatan yang  begitu mendadak, lebih baik kita ditengah perjalanan tadi niat turun aja," katanya.

"Iya karena mendadak rencana naiknya, jadi perbekalannya kurang, sudah gitu bekal air minumnya juga kurang,"tuturnya.

Sekedar informasi bahwa biaya tiket pendakian sendiri sebesar Rp. 50 ribu itu sudah termasuk makan usai melakukan perjalanan dan mendapat sertifikat pendakian gunung ciremai. (Ahmad Ripai)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved