Breaking News:

Aniaya Pelajar hingga Tewas, Anak Punk Asal Bandung dan Pangandaran Ditangkap Polisi

Dua anak punk yang menganiaya pelajar hingga akhirnya tewas ditangkap polisi.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam B
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, beserta jajarannya saat menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (31/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dua anak punk berinisial IM dan HN dibekuk personel Polresta Cirebon.

Kedua anak punk yang berasal dari Kabupaten Bandung dan Pangandaran itu ditangkap karena terbukti menganiaya seorang pelajar hingga meninggal dunia.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, mengatakan, penganiayan itu terjadi di Jalan Raya Palimanan - Bandung, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, pada 27 November 2020.

Baca juga: Jalan Braga Pendek Bandung Mulai Ditutup Sore Ini, Warga yang Keluyuran Diminta Pulang

Baca juga: GEMPA Bumi Terkini, Baru Saja Mengguncang Nias Selatan Setelah Maumere Kamis Sore, Ini Kata BMKG

Menurut dia, kedua pelaku merupakan anak punk yang biasa berkeliaran di wilayah Palimanan.

"Mereka terbukti menganiaya korban secara bersama-sama," ujar M Syahduddi saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (31/12/2020).

Ia mengatakan, akibat kejadian itu korban sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas.

Namun, saat menjalani perawatan medis korban dinyatakan meninggal dunia pada 29 November 2020 kira-kira pukul 13.00 WIB.

Jenazah korban juga sempat dibawa ke RS Bhayangkara Losarang Indramayu untuk diautopsi.

Pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan para tersangka saat kejadian.

"Tersangka dan semua barang bukti sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata M Syahduddi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 170 jo Pasal 351 KUHP dan atau UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Mereka terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Baca juga: Beberapa Jam Menjelang Tahun Baru 2021 Gempa Bumi Melanda Maumere, Ini Daerah yang Merasakannya

Baca juga: FPI Dibubarkan, Rocky Gerung Sebut Ganggu Akal Demokrasi, Fahri Hamzah dan Fadli Zon Pun Menanggapi

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved