Breaking News:

Longsor di Kuningan

Longsor di Kuningan, Jalan Ciwaru–Cilebak Terancam Putus, Ancam Timbun 45 Rumah Warga di Cilayung

Jalan yang menghubungan Ciwaru-Cilebak di Kuningan terancam putus karena longsor.

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Jalur Kuningan selatan di Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru mengalami pergeraakan tanah dan terlihat ambles. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN – Jalan penghubung Ciwaru–Cilebak yang terletak di Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terancam longsor.

Longsor itu pun mengancam sejumlah rumah warga di desa tersebut.

Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru, Danta Hidayat kepada wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (29/12/2020).

Baca juga: Belajar Tatap Muka di Kota Bandung Jadi Digelar Januari 2021? Ini Kata Wali Kota Oded M Danial

Baca juga: Dewi Perssik Ungkap Pengalaman Terpapar Covid-19 dan Kulit Memerah: Enggak Telanjang, Badan Gatal

Ancaman longsor yang terjadi di bahu jalan tersebut diketahui sejak dua hari kemarin saat turun hujan.

Kawsan jalur Kuningan Selatan itu kini sudah dipasang garis polisi dan sejumlah warga pun turut melakukan pengawasan di jalur tersebut.

“Ada warga kami yang jaga di pos sekitaran bahu jalan yang mengalami pergeseran tanah tersebut,” katanya.

Sebab, kata Danta, pergerakan tanah di bahu jalan penghubung itu diduga kuat akibat kendaraan bertonase besar yang biasa melintasi jalan tersebut.

“Jalan ini memang sering kendaraan besar mengangkut beban berat, seperti dump truk membawa pasir dan truk pengangkut kayu melintas,” katanya.

Menyinggung soal warga di pos penjagaan, kata dia, ini dilakukan untuk memberikan peringatan terhadap pengendaran bermuatan besar, agar menghindari jalur tersebut.

“Kalau memang dipaksakan lewat, muatan dari kendaraan itu harus dikurangi dan kendaraan saat lewat itu diarahkan menghindari tepi bahu jalan tersebut,” katanya.

Ia mengatakan itu bentuk antisipasi terhadap ancaman longsor.

“(Jika longsor) Ini akan menimpa sebanyak 45 rumah warga di RT 2 dan 3,” ujarnya.

Kemudian untuk masing–masing penghuni rumah tersebut, kata dia, pemerintah desa bareng dengan petugas Polsek dan Koramil pun melakukan sosialisasi serta antisipasi dari ancaman bahaya bencana alam bila terjadi.

“Antisipasinya, kepada warga untuk melakukan pengungsian sementara di rumah saudaranya di bagain utara dan barat dari lokasi ancaman bila terjadi longsor tersebut,” ucap kades.

Baca juga: Ribuan Warga Babakan Sari Bandung Antre Berjam-jam Demi Bansos Rp 100 Ribu, Ada yang Bawa Bayi

Baca juga: Peneliti Ungkap Ada Sinyal Misterius di Bintang Terdekat dari Tata Surya, Apakah Itu Alien?

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved