Breaking News:

Virus Corona

Hampir Setahun Banyak Nakes Tak Libur, Ayo Ringankan Beban Mereka dengan Disiplin 3M

Hingga pertengahan Desember 2020, jumlah nakes yang meninggal di Tanah Air karena terpapar Covid-19 sudah sebanyak 472 orang...

Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
9 Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Palabuhanratu Sukabumi Tutup Sementara 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 membentuk tim khusus (timsus) untuk memantau kondisi para tenaga kesehatan atau nakes yang bertugas pada massa pandemi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan, banyak nakes, baik para dokter, perawat, petugas rumah sakit, petugas laboratorium, petugas klinik, dan puskesmas, tak bisa libur demi memastikan keselamatan masyarakat pada masa pandemi ini.

"Maka dari itu, mari kita hargai kerja keras tenaga kesehatan dan berkomitmen untuk bekerja sama meringankan beban mereka," ujar Wiku saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, belum lama ini, seperti dikutip Tribun dari laman covid19.go.id, Selasa (29/12/2020).

Masyarakat, menurut Wiku, dapat ikut meringankan beban para nakes ini dengan selaku disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga terhindar dari paparan Covid-19. Dengan kedisiplinan masyarakat, kata Wiku, diharapkan peningkatan kasus baru Covid bisa terus ditekan, dan dengan demikian, beban para nakes juga akan relatif berkurang.

Lapor Covid-19 mencatat, hingga pertengahan Desember 2020, jumlah nakes yang meninggal akibat Covid-19 di Tanah Air  sudah sebanyak 472 orang. Mereka yang meninggal terdiri dari 224 dokter, 152 perawat, 66 bidan, 13 dokter gigi, 10 ahli teknologi laboratorium medik, dan sejumlah tenaga kesehatan lain.

Dikutip dari kompas.con, kematian nakes terbanyak terdapat di Jawa Timur, yaitu 131 orang, disusul Jakarta 61 nakes, Jawa Tengah 57 nakes, Jawa Barat 42 nakes, Sumatera Utara 36 nakes, dan sisanya berasal dari 24 provinsi lain.

Ketua Satuan Tugas Dewan Pimpinan Wilayah Pengurus Perawat Nasional Indonesia Jawa Timu, Ave Sri, mengatakan angka kematian perawat sebenarnya sudah mulai turun pada September-Oktober. Namun, sejak November, angka itu kembali meningkat.

”Desember ini yang paling banyak. Beberapa hari terakhir, dalam satu hari bisa dua teman kami (sesama perawat) meninggal. Saat ini bukan hanya masyarakat yang susah mencari tempat perawatan, nakes saja kesulitan karena ICU penuh,” ujarnya. (*)

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona.

Tribunjabar.co.id (Tribunnetwork) mengajak seluruh pembaca untuk selalu
menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak)

Penulis: Arief Permadi
Editor: Arief Permadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved