Breaking News:

Berbagai Ikhtiar Tulus Itu Memberi Arti Bagi Harapan dan Kebahagiaan Mereka  

Berbagai ikhtiar tulus melalui bantuan yang disalurkan JNE kepada para penerima manfaat ini tentunya tidak saja memberikan harapan dan kebahagiaan . .

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/ Kemal Setia Permana
Yulia Yenosari (kiri) Koordinator Rumah Singgah Pasien IZI (Inisiatif Zakat Indonesia) sedang berbincang sambil memeriksa kondisi Yeni Wulan (40) pasien rawat jalan yang harus sering kontrol dokter ke rumah sakit, di Rumah Singgah Pasien IZI, Kota Bandung, Selasa (29/12/2020). 

Di masa normal, menurut Yulia, kapasitas maksimal pasien di Rumah Singgah IZI adalah sebanyak 20 pasien, namun di masa pandemi ini dikurangi menjadi 10 pasien saja.

Namun demikian, menurutnya, pasien yang datang dan pergi terus terjadi yang mana hal ini tetap membutuhkan penanganan maksimal dan profesional.

"Makanya ketika bantuan JNE hadir di sini, kami merasa sangat terbantu, juga tanpa mengecilkan bantuan dari para donatur lain, kami merasa sangat berterima-kasih dan bersyukur," katanya.      

Sebelumnya, JNE memang telah memberikan sejumlah bantuan untuk Rumah Singgah IZI. Bersama IZI, JNE pun berkolaborasi memberikan bantuan kaki palsu dalam program “Bantuan 1.000 kaki palsu”.

Baca juga: Tebar Kebahagiaan Natal dan Tahun Baru, JNE Pastikan Layanan Kiriman Barang Tetap Beroperasi Penuh

Acara penyerahan bantuan kaki palsu dilaksanakan pada 28 September 2020 dimana tim dari JNE dan IZI langsung menghampiri masing-masing rumah penyandang disabilitas penerima bantuan kaki palsu, di antaranya adalah Ali Budi, guru SMP di Karawang yang menerima bantuan kaki palsu di kediamannya di Desa Wadas, Telukjambe Timur, Karawang.

Bersama IZI, JNE pun berkolaborasi memberikan bantuan kaki palsu dalam program “Bantuan 1.000 Kaki Palsu”.
Bersama IZI, JNE pun berkolaborasi memberikan bantuan kaki palsu dalam program “Bantuan 1.000 Kaki Palsu”. (Istimewa)

Kemudian, Winda Oktaviani, pelajar SMP  yang tinggal di Desa Tegal Sawah Karawang Timur, serta  warga Nagri Kaler, Purwakarta yaitu Rifky Nur Ikhsan yang tercatat sebagai siswa SMP. 

Ketiga penerima bantuan tersebut mengaku sangat berbahagia sekali dengan bantuan dari program bantuan kaki palsu sekaligus pemasangannya yang digagas JNE dan IZI Jawa Barat. 

Head of Regional Jawa Barat, Murah Lestari mengatakan bahwa JNE terus berupaya agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dengan melakukan kolaborasi bersama berbagai pihak, baik komunitas maupun pemerintahan.

"Program pemberian kaki palsu untuk yang membutuhkan bersama IZI, merupakan salah satu bentuk nyata JNE untuk dapat terus mengantarkan kebahagiaan di berbagai bidang, bukan hanya kepada pengirim dan penerima paket saja, tapi masyarakat luas, sehingga sesuai dengan tagline JNE yaitu connectinghappiness,” ujar Tari sapaan akrab Murah Lestari. 

Tari juga menyampaikan rasa syukur dan bahagia dapat menjadi bagian program pemberian bantuan ini. Menurutnya, penyandang difabel ini harus dibantu karena banyak yang memiliki produktivitas tinggi, namun karena kekurangannya, semangat beraktivitas mereka menjadi berkurang. 

“Mudah–mudahan dengan ikhtiar kecil ini dapat meningkatkan produktivitas mereka. Bagi yang sekolah bisa lebih semangat belajar, bagi yang sudah bekerja bisa lebih giat dan semangat mencari nafkah. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dan digunakan sebaik-baiknya untuk hal-hal positif agar terus menumbuhkan semangat serta optimistis,” kata Tari.

Di Jabar, menyambut kehadiran 30tahunbahagiabersama, JNE telah menyalurkan banyak bantuan yang tak kecil artinya.  Menurut Murah Lestari, pihaknya telah menyalurkan bantuan ke total lebih dari 1.000 penerima bantuan, baik yayasan, lembaga filantropi, maupun masyarakat luas. Berbagai kegiatan sosial yang dilakukan JNE merupakan komitmen JNE sesuai prinsip yang didirikan oleh pendiri JNE, Alm H Soeprapto Soeparno yaitu berbagi. 

" JNE telah hadir di Indonesia selama 30 tahun dengan semangat berbagi kebahagian sesuai tagline JNE yaitu connectinghappiness. Tema yang diangkat JNE di tiga dekade ini pun adalah JNE Suka Memberi, Menyantuni dan Menyayangi," tutur Tari.

Menurut Tari, program CSR JNE tidak memiliki jumlah tertentu sesuai dengan prinsip yang ditanamkan pendiri JNE untuk memberi manfaat sebanyak mungkin kepada masyarakat luas, terutama masyarakat sekitar. JNE sendiri menyisihkan 2,5 persen keuntungan setiap bulannya yang digunakan untuk zakat. Tak heran jika  JNE pun dianugrahi penghargaan oleh BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) sebagai perusahaan dengan CSR terbaik 2020.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved