Breaking News:

Cek Kesiapan Sekolah untuk Kegiatan Belajar Tatap Muka, Disdik Ciamis Turunkan 54 Tim

Disdik Ciamis terhitung Senin (28/12) ini menurunkan 54 tim untuk melakukan verifikasi kesiapan sekolah menjelang

dok.tribun
ilustrasi belajar tatap muka 

Karena pertimbangan utamanya adalah  kondisi peningkatan kasus Covid-19, maupun kesiapan sekolah. Hasil verifikasi kesiapan sekolah merupakan salah satu pertimbangan bagi Bupati memastikan apakah Ciamis akan menggelar kegiatan bejalar tatap muka pada awal semester genap 2020/2021 tangga l 12/1 nanti atau belum.    

Menurut Sekda H Tatang, ada 3 unsur yang harus dipenuhi untuk bisa digelarnya kegiatan belajar tatap muka.

Yakni izin dari pemerintah daerah setempat, kesiapan santuan pendidikan dan persetujuan orang tua serta dukungan dari masyarakat. Termasuk kesiapan orang tua untuk antar jemput anak.

Dihentikan kegiatan belajar tatap muka menyusul terjadinya wabah corona sejak Maret lalu, dan beralih ke kegiatan belajar daring (online) dan belajar di rumah (BDR), menurut Tatang, membuat kegiatan belajar mengajar tidak optimal, mengancam tingginya angka putus sekolah, kehilangan kesempatan belajar (learning loss), tingginya tekanan stres pada anak sebagai dampak belajar daring dan belajar di rumah yang sudah berlangsung berbulan-bulan.

Bila nanti kegiatan belajar mengajar jadi digelar, menurut H Tatang yang juga mantan Kadisdik Ciamis tersebut, pada masa transisinya tetap ada pembatasan-pembatasan.

Seperti pembatasan jumlah peserta didik yang mengikuti kegiatan belajar tatap muka (hanya separuhnya/50%) seperti untuk PAD/TK hanya 5 orang rombel dan SD/SMP maksimal 18 orang/kelas,  jam pelajaran hanya dibatasi 4 jam sejak masuk sampai pulang tidak ada jam istirahat, tidak ada pelajaran/kegiatan olahraga dan ekstra kurikuler.

Tidak ada kegiatan sekolah dan yang berjualan di lingkungan sekolah guna menghindari terjadinya kerumanan. Di dalam kelas jarak bangku belajar 1,5 meter.

Baca juga: Pesawat N 219 Buatan PT DI Dapat Sertifikasi Kelaikan, Tahun Depan Masuk Komersialisasi

Menurut Tatang, pertimbangan utama digelarnya kegiatan belajar secara tatap muka tersebut adalah kesehatan dan keselamatan. “Buat apa digelar kegiatan belajar tatap muka kalau malah melahirkan klaster baru,” ujar Tatang.

Dan dua bulan terakhir kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Ciamis menurut Tatang terus bertambah. Rata-rata tiap hari terjadi penambahan 20 sampai 21 kasus baru.

Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Ciamis sampai Minggu (27/12)  menurut Tatang sudah menembus angka 988 kasus yang terdiri dari 474 orang dinyatakan sudah sembuh, 41 orang meninggal dunia, dan 474 orang positif aktif. Dari 474 positif aktiv tersebut sebanyak 40 orang dirawat di ruang isolasi rumah sakit dan 434 orang menjalani isolasi mandiri 

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved