Breaking News:

Coffee Break

Kolom Minggu Ini: Prediksi tentang Kapan Berakhirnya Pandemi Salah Semua

Namun, semua prediksi itu meleset jauh. Lalu muncul prediksi-prediksi baru.

Penulis: Hermawan Aksan
Editor: Hermawan Aksan
Kolom Minggu Ini: Prediksi tentang Kapan Berakhirnya Pandemi Salah Semua
istimewa
Hermawan Aksan, Wartawan Tribun Jabar

Coffee Break oleh Hermawan Aksan

Tahun Baru Prediksi Baru

AKHIR tahun 2020 tinggal menghitung hari dan kita masih dicengkeram pandemi. Padahal, Presiden Joko Widodo pernah memprediksi pandemi korona akan selesai pada akhir 2020.

“Saya meyakini ini hanya sampai akhir tahun. Tahun depan booming di pariwisata,” kata Jokowi dalam pengantar rapat terbatas mitigasi dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Kamis, 16 April 2020.

Ketika Jokowi menyampaikan prediksinya, saya menilai bahwa Presiden termasuk kelompok yang pesimistis. Saya, dan rasanya banyak orang lain, berharap pandemi akan cepat berlalu. Baru satu atau dua bulan pun pandemi, orang-orang sudah mulai jenuh dengan keharusan diam di rumah dan ingin beraktivitas normal seperti sebelum pandemi.

Sejumlah prediksi pun dikemukakan oleh para ahli. Berikut ini saya rangkumkan dari berbagai sumber.

Pakar statistika asal Universitas Gadjah Mada memprediksi wabah korona di Indonesia selesai pada 29 Mei 2020. Mereka menggunakan model probabilistik berdasarkan data nyata atau probabilistik data driven model (PDDM). “Dari hasil analisis, pandemi Covid-19 akan berakhir pada 29 Mei 2020 dengan minimum total penderita positif sekitar 6.174 kasus. Dengan intervensi pemerintah yang berhasil dengan baik, total penderita korona positif minimal di sekitar 6.200 di akhir pandemi pada akhir Mei 2020,” ujar Prof Dr rer nat Dedi Rosadi, SSi, MSc., seperti ditulis detik.com, 6 Mei 2020.

Sebelumnya, Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof Amin Soebandrio, sempat memperkirakan wabah korona usai pada pertengahan April hingga Mei. “Terus terang prediksi labnya agak sulit sekarang karena penyebabnya multifaktorial. Saya pribadi memprediksi puncaknya akan terjadi dalam waktu dua-tiga minggu ke depan, setelah itu diharapkan jumlah kasusnya akan menurun. Pertengahan puasa, mungkin pertengahan April ke Mei akan mencapai puncak," ucapnya.

Prof dr Ascobat Gani, MPH, guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, mengatakan, akhir wabah korona di Indonesia bergantung pada tingkat kepatuhan dan perilaku masyarakat. Ia memprediksi antara Mei dan Juni apabila didukung oleh perilaku masyarakat yang baik.

Hasil riset dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan wabah virus korona berakhir di Indonesia pada Juni 2020. Riset ini berdasarkan data sekunder dari beberapa sumber, di antaranya Singapore University of Technology and Design, dan Worldometers. "Bulan Juli-September 2020 adalah rentang waktu di mana virus korona tak lagi menjadi masalah bagi dunia," ujar Denny, seperti dikutip CNN Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved