Breaking News:

Festival Sate Maranggi Purwakarta Kembali Digelar di Tengah Pandemi Covid-19

Festival sate maranggi kembali digelar meski tengah dalam kondisi pandemi Covid-19.Kali ini, festival sate maranggi

tribunjabar/nandri prilatama
Festival Sate Maranggi Purwakarta Kembali Digelar di Tengah Pandemi Covid-19 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Festival sate maranggi kembali digelar meski tengah dalam kondisi pandemi Covid-19.

Kali ini, festival sate maranggi Purwakarta diselenggarakan di wilayah Kecamatan Wanayasa, tepatnya di pinggir objek wisata Situ Wanayasa, Kamis (24/12/2020).

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika tampak hadir bersama rombongan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya.

Gelaran festival sate maranggi ini pun sekaligus dilakukannya peresmian spot foto yang dibangun sebuah saung-saung kecil dekat Situ Wanayasa.

Baca juga: Dishub Kota Bandung Beri Layanan Rapid Test Antigen Gratis di Terminal Leuwipanjang

Festival Sate Maranggi di Situ Wanayasa Purwakarta
Festival Sate Maranggi di Situ Wanayasa Purwakarta (tribunjabar/nandri prilatama)

Anne Ratna Mustika mengatakan festival sate maranggi ini memang setiap tahun dilaksanakan sejak kepemimpinan bupati Purwakarta sebelumnya, Dedi Mulyadi.

Penyelenggaraan festival sate maranggi ini dilakukan, kata Anne, guna memberikan motivasi terhadap para pelaku usaha sate maranggi yang terdata di Purwakarta sebanyak 400 pedagang dan ikut mengalami dampak atas adanya pandemi Covid-19.

"Festival sate maranggi ini juga bentuk penghargaan kami kepada pelaku usaha sate maranggi yang memang sate maranggi itu masuk dalam warisan budaya tak benda," ujarnya.

Pelaksanaan festival sate maranggi di Situ Wanayasa ini pun dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung yang hadir.

Adanya festival sate maranggi, Anne Ratna Mustika berharap dapat mengangkat kembali wisata kuliner yang ada di Purwakarta sekaligus ajang sosialisasi kepada para pedagang untuk selalu menerapkan protokol kesehatan saat berjualan agar menjadi nilai tambah untuk usahanya tersebut sehingga konsumen merasa terjamin.

Baca juga: Fakta Baru Foto KTP Merem, Ternyata Editan, Ini Foto KTP Asli Redi Alamsyah Warga Jampang Kulon

"Contohnya saja sate maranggi Hj. Yetty Bungursari setelah dilakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat justru konsumennya semakin bertambah berkali-kali lipat," katanya.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, tampak puluhan pedagang sate dari seluruh Purwakarta menjajakan sate maranggi khasnya masing-masing.

Kemudian, di sana pun tampak sudah ada tim penilai yang nantinya akan diberikan penghargaan kepada pemenang festival tersebut.

Pengunjung yang hadir pun sepuasnya dapat mencicipi satu per satu sate maranggi dari puluhan pedagang. Setiap stand pedagang sate maranggi yang ada di festival itu memang satenya memiliki cita rasa yang berbeda satu sama lain.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved