Breaking News:

Cerita Gentong Mas di Pesantren Sadang Lebak di Garut, Omzet 500 Juta Sebulan, Santri Mondok Gratis

Ponpes Sadang Lebak yang terletak di Kampung Sadang Lebak, Situsari, Karangpawitan, Garut, sejak 2003 memproduksi minuman bernama Gentong Mas

Istimewa
Ketua Dekranasda Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil saat meninjau pabrik Gentong Mas di Ponpes Sadang Lebak, Kampung Sadang Lebak, Desa Situsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Kamis (24/12/2020).  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tak hanya dodol yang selama ini dikenal, ternyata Garut memiliki beragam potensi produk pangan lainnya.

Menariknya, ada produk pangan, tepatnya minuman berkhasiat yang diproduksi oleh sebuah pondok pesantren.

Pondok Pesantren Sadang Lebak yang terletak di Kampung Sadang Lebak, Desa Situsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, sejak 2003 memproduksi minuman bernama Gentong Mas.

Baca juga: Cerita Sopir Travel yang Tiba-tiba Mobilnya Dikepung Banjir di Pasteur Bandung, Kini Air Mulai Surut

Baca juga: BREAKING News, Bandung-Garut via Talegong Terputus Sejak Sore, Tebing Longsor, Mobil Pikap Terjebak

Dengan bahan dasar gula merah dan jintan hitam atau habbatussauda, minuman ini berkhasiat untuk kesehatan.

Di tengah pandemi Covid-19, produk kesehatan termasuk berbahan herbal memiliki prospek cerah.

Dengan promosi dan strategi pasar kuat mengadaptasi teknologi digital, Gentong Mas menjadi solusi pandemi bagi penghuni pesantren.  

Pengasuh Ponpes Sadang Lebak KH Aceng Hasan menjelaskan, tujuan dirinya membangun usaha ini adalah untuk membantu warga yang tidak mampu agar bisa mengenyam pendidikan di pesantren Sadang Lebak yang saat ini memiliki sekitar 300 santri.

“Saya membuat sebuah pabrik ini adalah untuk membantu orang-orang yang tidak mampu untuk mengaji (mondok di pesantren). Kita siap membantu dari masalah biayanya, kesehatannya, daripada nganggur di pingir jalan. Kita buat pabrik ini supaya umat itu bisa pesantren di sini, makanya santri yang mondok di pesantren ini gratis, dari mulai listrik, makan, biaya kesehatan ini ditanggung oleh pesantren,” katanya melalji siaran digital, Kamis (24/12/2020).

Menurutnya, dengan pasar Gentong Mas seluruh Indonesia omzet per bulan mencapai Rp 500 juta. Namun, dia berharap pemerintah pun bisa membantu memasarkan produk usahanya tersebut.

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved