Breaking News:

Sanksi Tegas Menanti Wisatawan yang Langgar Prokes di Pangandaran Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran bakal memberikan sanksi tegas kepada wisatawan

Istimewa
Pangandaran yang melanggar prokes dihukum 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran bakal memberikan sanksi tegas kepada wisatawan yang melanggar protokol kesehatan saat libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Sanksi tegas tersebut bakal diterapkan untuk mencegah penyebaran virus Corona di sejumlah obyek wisata karena libur Natal dan Tahun Baru 2021 ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pangandaran, Undang Sobharudin mengatakan, sanksi tersebut akan diberikan sesuai aturan yang ada, mulai dari sanksi ringan, sedang, hingga berat supaya bisa memberikan efek jera kepada pelanggar protokol kesehatan.

"Jadi, sebelum wisatawan masuk ke obyek wisata, kami sudah menggelar operasi di Tugu Marlin. Itu rutin dilakukan, setiap hari," ujar Undang saat ditemui di Kantor Satpol PP Kabupaten Pangandaran, Rabu (23/11/2020).

Baca juga: Dua Tersangka Azan Jihad di Majalengka Tidak Ditahan, Begini Pertimbangan Polisi

Ketika ada wisatawan ataupun warga setempat yang melanggar protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker, pihaknya bakal langsung memberikan sanksi ringan terlebih dahulu.

"Untuk sanksinya, seperti push-up dan sapu-sapu. Itu sudah biasa kami terapkan, kalau sanksi berat belum (diterapkan)," katanya.

Upaya lain untuk mencegah banyaknya pelanggaran penerapan protokol kesehatan itu, pihaknya juga bakal terus melakukan woro-woro atau memberikan imbauan secara berkeliling menggunakan mobil dan pengeras suara di obyek wisata.

"Kita sudah siapkan personel, mobil dan speakernya untuk mengimbau agar wisatawan senantiasa menerapkan protokol kesehatan," ucap Undang.

Baca juga: Mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin, Dulu Dihukum 5 Tahun Kini Terancam 12 Tahun, Terima Duit Rp 8,9 M

Undang mengatakan, berbagai upaya tersebut dilakukan sebagai antisipasi karena saat libur Natal dan Tahun Baru nanti, diprediksi bakal ada peningkatan jumlah pengunjung atau wisatawan.

"Nah, ini juga harus ada layanan penjagaan di pintu tiket karena jangan sampai mereka berkerumun di kawasan obyek wisata," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved