Breaking News:

Nurul Arifin: Ibu Sebagai Agen Perubahan Sekaligus Role Model untuk Terapkan Nilai-nilai Budaya

Nurul Arifin mengatakan,  peran ibu lebih jauh, mampu menjadi agen perubahan sekaligus role model atau motor penggerak bagi keluarganya

Penulis: Cipta Permana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Cipta Permana
Anggota Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi Golkar, Nurul Arifin sosialisasikan 4 Pilar MPR RI kepada para ibu yang tergabung dalam Gerakan Organisasi Wanita Kota Bandung, di Gedung Wanita Kota Bandung, Jalan. Riau, Kota Bandung, Selasa (22/2/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peringatan Hari Ibu di tanggal 22 Desember setiap tahunnya, menjadi momentum penting bagi perempuan atau para kaum ibu yang telah menunjukan kemampuannya dalam mencintai dan merawat anggota keluarganya selama ini.

Anggota Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi Golkar, Nurul Arifin mengatakan,  peran ibu lebih jauh, mampu menjadi agen perubahan sekaligus role model atau motor penggerak bagi keluarganya dalam upaya mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat memberikan pengaruh positif bagi keluarga dan lingkungannya.

"Pendidikan itu dimulai dari ibu, yang sebenarnya merupakan agen perubahan sekaligus role model yang dapat dan mampu melestarikan nilai-nilai budaya dan kebangsaan," ujarnya saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI kepada para ibu yang tergabung dalam Gerakan Organisasi Wanita Kota Bandung di Gedung Wanita Kota Bandung, Jalan. Riau, Kota Bandung, Selasa (22/2/2020).

Nurul menuturkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada saat momentum Pilkada maupun Pilpres beberapa waktu lalu, diketahui bahwa pihak yang paling sering menyebarkan atau memviralkan berita hoaks justru dari kaum perempuan. Karena masih kurangnya literasi ketika menerima sebuah infomasi.

Oleh karena itu, Nurul berharap kaum perempuan maupun ibu, dapat lebih meningkatkan literasi atau minat bacanya. Sehingga dapat memfilter dan menyaring isu-isu yang dinilai berpotensi hoaks bahkan memecah belah bangsa.

"Ini sebenarnya kondisi yang memprihatinkan, karena seharusnya perempuan bisa menjadi agen yang mampu menetralisir keadaan. Karena selama ini diantara mereka banyak yang hanya menelan dan menyebarkan begitu saja informasi maupun berita yang diterimanya dari medsos (media sosial), tanpa adanya proses filterisasi atau menyaring terlebih dahulu dengan kroscek pada sumber yang terpercaya," ucapnya.

Baca juga: Mutasi Besar-besaran Perwira di Tubuh Polri Akhir Tahun 2020, Sejumlah Jenderal dan Pamen Digeser

Nurul menambahkan, dalam upaya mensosialisasikan esensi dasar nilai-nilai budaya dan kebangsaan yang tercantum dalam 4 Pilar MPR RI atau 4 konsensus kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,
seorang ibu tidak perlu kaku ketika menjelaskan kepada anaknya maupun lingkungan keluarga lainnya. Tapi dapat dengan pendekatan yang lebih bersahabat dan sesuai dengan kondisi yang ada dilingkungannya.

Dengan demikian, pesan yang ingin disampaikan dapat lebih mudah diterima oleh semua anggota keluarga.

"Dalam menerapkan pemahaman nilai budaya dan kebangsaan, peran ibu bisa melakukannya dengan memberikan contoh atau mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Saya ingin dan berharap perempuan itu jadi otoritas akan dirinya sendiri, dan tidak berdasarkan doktrin. Karena identitas diri itu paling penting," katanya.

Baca juga: Kelakuan Teddy Dibongkar Asisten Lina, Pinjam Mobil ke Putri Delina, Ngaku untuk Bintang Tapi Dijual

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved