Breaking News:

Liburan Natal dan Tahun Baru, Okupansi Hotel di Jabar Baru 35 Persen, Itu Pun Belum Tentu Datang

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan keterisian atau okupansi hotel

tribunjabar/hilman kamaludin
Jelang Natal dan Tahun Baru, Okupansi Hotel di Pangandaran belum ramai 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan keterisian atau okupansi hotel di sejumlah kawasan wisata di Jawa Barat mengalami peningkatan pada masa libur natal dan akhir tahun 2020. Begitupun dengan pemesanan tiket di tempat wisata dan reservasi restoran.

"Hotel di Pangandaran sudah 35 sampai 40 persen dari tanggal 24 sampai 31 Desember. Kemudian Garut, Bandung Raya, Puncak, dan Cirebon, itu juga sama hampir rata-rata sudah 35 persen sampai 40 persen tereservasi. Tapi itu kan belum tentu mereka datang," katanya melalui ponsel, Rabu (23/12).

Dedi mengatakan, wisatawan yang datang ke lokasi wisata harus membawa surat hasil rapid tes antigen. Dedi memastikan wisatawan yang terlanjur datang ke kawasan wisata tanpa surat rapid tes antigen tak akan dipulangkan. 

"Tetapi, untuk memastikan keamanan aktivitas wisata, wisatawan tersebut akan diperiksa antigen di objek wisata tersebut. Kalau ada wisatawan yang tidak bawa surat antigen, kita siapkan nanti diskrining ada rapid antigen di tempat wisata. Kalau terlanjur datang ya kita lakukan rapid yang di lapangan. Itu kan skrining awal," ujarnya.

Baca juga: Kerap Jadi Sumber Kerawanan Jelang Natal dan Tahun Baru, Polresta Tasikmalaya Gelar Razia Miras

Dedi mengatakan, hal ini juga berlaku bagi wisatawan yang hendak menginap di hotel. Intinya, wisatawan harus membawa surat antigen, dan yang penting tetap melaksanakan protokol kesehatna seperti pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan pengurangan kapasitas tempat wisata.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, katanya, hampir semua hotel, tempat wisata, dan rumah makan, sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Beberapa di antaranya sudah mendapat sertifikasi.

"Itu sudah memenuhi standar, merupakan langkah-langkah bagus dari Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat. Jadi diutamakan dalam surat edaran itu, harus menggunakan reservasi online dan sebagainya," kata Dedi.

Di Pulau Jawa sendiri, katanya, wisatawan dinyatakan harus menggunakan rapid test antigen. Hal ini ditindaklanjuti surat edaran dari provinsi. 

"Kemudian juga ada antisipasi di 18 kota dan kabupaten, di 89 titik tempat wisata yang diminati oleh pengunjung. Karena kan Jawa Barat adalah lintasan dan tujuan. Ada 89 titik yang diminati dari 18 kabupaten kota itu," katanya.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Gereja Tertua di Indramayu Minim Pernak-pernik pada Hari Raya Natal 2020

Untuk antisipasi penegakan protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid-19, pihaknya akan melakukan rapid test antigen atau swab antigen di titik-titik tersebut.

"Sudah ada 20.294 alat rapid test antigen, sudah mulai sekarang diambil sama kabupaten dan kota, supaya ada pemeriksaan skrining. Apabila ada wisatawan atau pengunjung atau industri lainnya yang hasilnya reaktif, kita lakukan langkah-langkah lanjutan," katanya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved