Breaking News:

Pemuka Berbagai Agama di Bandung Dukung Polisi Tindak Tegas Kelompok Radikal dan Intoleran

Sejumlah pemuka agama di Kota Bandung duduk bersama di satu ruangan di Gedung Korpri Jalan Cicendo, Kota Bandung, Senin (21/12/2020).

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Forum Silaturahmi Pemuka Agama se-Kota Bandung menyatakan komitmen menjaga kerukunan dan keamanan di tengah banyak kegaduhan di dalam negeri. Mereka bertemu di Gedung Korpri Jalan Cicendo Kota Bandung, Senin (21/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah pemuka agama di Kota Bandung duduk bersama di satu ruangan di Gedung Korpri Jalan Cicendo, Kota Bandung, Senin (21/12/2020).

Mereka yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pemuka Agama se-Kota Bandung menyatakan komitmen untuk menjaga kerukunan dan keamanan di tengah banyak kegaduhan di dalam negeri.

"Pertemuan para pemuka agama ini berangkat dari kekhawatiran terhadap ancaman disintegrasi bangsa karena kelakuan kelompok radikal, intoleran, teror, dan separatis," ucap Koordinator Forum Silaturrahim Pemuka Agama se-Kota Bandung, KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Tasikmalaya, Seorang Pengendara Motor Scoopy Tewas, Identitasnya Belum Diketahui

Baca juga: Covid-19 di Ciamis Senin 21 Desember, Kasus Positif Bertambah 20 Orang, Pasien Sembuh 18 Orang

"Bahkan perselisihan antarkelompok yang mementingkan diri sendiri, saling mengolok-olok, dan mengabaikan kepentingan bangsa yang lebih luas. Lebih prihatin, apalagi bawa identitas agama hingga kesukuan. Itu bahaya," katanya.

Pertemuan itu dihadiri 15 tokoh pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu, hingga pimpinan ormas keagamaan.

Kata dia, pertemuan itu juga melahirkan tujuh rekomendasi kepada pemerintah dan imbauan kepada umat beragama yang dipimpinnya.

"Kasus di Sigi, membunuh satu kelompok. Agama manapun tidak mengajarkan untuk melukai, saling membunuh. Karenanya, kami mendukung sepenuhnya TNI dan Polri untuk melakukan hal yang dianggap perlu untuk keamanan dan kedamaian di Indonesia," ucap dia.

Selain itu, mereka juga merekomendasikan agar pemerintah bertindak tegas membubarkan kelompok maupun ormas yang terbukti intoleran, radikal, dan bertentangan dengan Pancasila.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama bersatu-padu berperang melawan tindakan intoleransi, radikal dan teror termasuk di dunia maya dan menghindari berita-berita palsu yang menyebabkan keresahan hingga kekerasan di masyarakat," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved