Breaking News:

Pemkab Garut Keluarkan Surat Edaran, Wisatawan Harus Tunjukan Hasil Rapid ke Pengelola Objek Wisata

Wisatawan yang datang ke Garut harus menunjukkan hasil rapid test saat memasuki objek wisata.

Tribun Jabar/ Firman Wijaksana
Suasana wisata di Kamojang Ecopark, Desa Cisarua, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Pengelola objek wisata diminta memastikan wisatawan yang datang memperlihatkan hasil tes Covid-19. 

Nantinya pengelola objek wisata harus menerapkan protokol yang ketat.

"Nanti sejumlah dinas akan diminta melakukan pengawasan ke sejumlah tempat wisata, tempat perbelanjaan, dan pusat keramaian lainnya," ucapnya.

Pemkab Garut memang tak mewajibkan wisatawan yang datang untuk membawa surat keterangan negatif rapid test atau PCR.

Namun dalam surat edaran itu, pemilik usaha wajib melihat surat keterangan rapid atau PCR bagi yang akan berkunjung.

Di poin ketiga surat edaran itu menyebut pemilik, pengelola dan/atau penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan di daerah tujuan wisata, agar melakukan pengetatan protokol kesehatan.

Dalam poin tiga huruf C tertulis, pemilik usaha mewajibkan pengunjung menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji rapid test atau PCR yang masih berlaku.

Sedangkan di poin kelima tertulis, jika pemilik usaha atau masyarakat tak mematuhi ketentuan yang dimaksud, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut akan menmberi sanksi.

Surat edaran tersebut berlaku sejak 21 Desember hingga 8 Januari 2020.

Baca juga: 4 Rekomendasi Film yang Cocok Ditonton Saat Hari Ibu 22 Desember, Ada Film Soal Ibunda Jusuf Kalla

Baca juga: Orchid Forest Cikole Hadirkan Promo Menarik Saat Hari Ibu serta Liburan Natal dan Tahun Baru

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved