Breaking News:

Menilai Ada Kecurangan, Pasangan Iwan–Iip Gugat KPU Kabupaten Tasikmalaya ke MK

Pasangan calon bupati-wakil bupati Tasikmalaya nomor urut 4, Iwan Saputra – Iip Miftahul Paoz menggugat KPU

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Ichsan
tribunjabar/firman suryaman
Pasangan Iwan-Iip saat hendak mendaftar ke KPU Kabupaten Tasikmalaya 

TRIBUNJABAR.ID - Pasangan calon bupati-wakil bupati Tasikmalaya nomor urut 4, Iwan Saputra – Iip Miftahul Paoz menggugat KPU Kabupaten Tasikmalaya terkait hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020 ke Mahkamah Konstitusi (MK)

Gugatan tersebut sudah diterima oleh MK pada Jumat 18 Desember 2020 dalam pokok permohonan ‘Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati Tasikmalaya tahun 2020’.

Iwan-Iip yang berjuluk pasangan ‘WANI’ ini menunjuk Kelana Suryana Alam, SH, dkk sebagai kuasa hukumnya untuk proses gugatan tersebut.

Sebagaimana diketahui, sejak awal Tim Pemenangan Iwan Saputra – Iip Miftahul Paoz telah menengarai adanya kejanggalan yang dilakukan KPU Kabupaten Tasikmalaya terkait proses penghitungan suara (realcount), beberapa saat setelah pencoblosan , 9 Desember lalu.

Baca juga: 15 Kambing Kembali Mati, Diduga Akibat Ajag, Rencana Libatkan Perbakin, Harus Penembak Profesional

Kemudian dua hari menjelang rekapitulasi suara di KPU hasil pencoblosan tersebut, Tim Pemenangan Iwan – Iip mendesak Bawaslu agar segera mengusut dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi dalam proses penghitungan suara.

“Kami meminta Bawaslu bergerak secepatnya atas pelanggaran-pelanggaran itu dituntaskan sebelum rapat pleno (hasil rekapitulasi suara Pilkada Tasikmalaya 2020) KPU Kabupaten Tasikmalaya,” kata Ketua Tim Pemenangan Tim Iwan - Iip, Ami Fahmi dalam rilisnya, Minggu (20/12/2020).

Dari berbagai dugaan pelanggaran pemilu itu, kata Fahmi, di antaranya kesalahan penghitungan suara di TPS, tidak diumumkannya hasil penghitungan suara oleh TPS, dan penyalahgunaan wewenang pemerintah untuk kepentingan calon tertentu.

Fahmi meminta Bawaslu Kabupetan Tasikmalaya segera meindaklanjuti secara hukum atas laporan dari tim pemenangannya, sebelum rapat Pleno KPU.

Baca juga: Aqil Savik Dipanggil Timnas U-22, Begini Kata Pelatih Kiper Persib Bandung

Jika Bawaslu belum melakukan tindakan, sedangkan jadwal rapat pleno sudah jatuh tempo, pihaknya meminta KPU menunda rapat pleno rekapitulasi suara Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020 tersebut.

“Kalaulah hari Senin atau Selasa itu pelanggaran-pelanggaran atau aduan-aduan dengan adanya indikasi-indikasi itu belum ada tindakan apa-apa, maka kita minta pleno juga ditunda,” tegas Fahmi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved