Breaking News:

Bisnis

22 Desember Surge Go Public, Bidik Milenial Berbisnis Digital Ikut Berpartisipasi Berinvestasi

Surge mengumumkan bakal mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada pekan ketiga Desember 2020.

DOK KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Pergerakan perdagangan saham yang terpantau di papan elektronik Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Solusi Sinergi Digital atau lebih dikenal dengan Surge mengumumkan bakal mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 22 Desember 2020. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA-- “Mulai 22 Desember 2020, Surge “go public” di bursa efek, dengan kode saham WIFI. Kami mengajak lapisan masyarakat yang memiliki visi yang sama dengan kami, mengajak bersama-sama memiliki Surge ini dengan cara berinvestasi," kata Hermansjah Haryono selaku Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital (Surge).

Hal itu dikemukakan Hermansjah dalam acara Konferensi Pers Virtual berjudul “Sinergi Digital Ecosystem Membangun Solusi-preneur di Indonesia ” di Jakarta, yang dipandu oleh moderator Elvira Khairunnisa, Kamis, (17/12/2020).

Menurut Hermansjah, PT Solusi Sinergi Digital atau lebih dikenal dengan Surge mengumumkan bakal mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada pekan ketiga Desember 2020.

Pada penjualan perdananya, Surge menawarkan 99.174.100 lembar saham kepada publik atau setara dengan 5,25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan harga pelaksanaan Rp 530,-per lembar saham.

Saat Surge IPO di bursa saham, market valuenya sekitar Rp 1 triliun, sedangkan total investasi yang sudah dikeluarkan Surge adalah Rp 750 miliar.

Konferensi Pers Virtual berjudul “Sinergi Digital Ecosystem Membangun Solusi-preneur di Indonesia ” di Jakarta, yang dipandu oleh moderator Elvira Khairunnisa, Kamis, (17/12/2020).
Konferensi Pers Virtual berjudul “Sinergi Digital Ecosystem Membangun Solusi-preneur di Indonesia ” di Jakarta, yang dipandu oleh moderator Elvira Khairunnisa, Kamis, (17/12/2020). (screenshot)

“Ekpekstasi Surge pada tahun 2021 dengan memperhitungkan pandemi Covid-19 masih terjadi, kami harapkan bisa menghimpun Rp 250 miliar melalui penujualan saham perdana,” ujar Hermansjah.

Ia optimistis, penjualan saham perdana ini akan diminati mengingat investasi di dunia digital masih dianggap menjanjikan.

Di sisi lain, pihaknya mengajak generasi milenial untuk bergabung dengan berinvestasi di Surge.

Hermansjah menyebut, saat ini generasi milenial mulai tertarik berinvestasi di bursa saham. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), sekitar 60-70% investor-investor muda yang berusia sampai 40 tahun menanamkan modal di bursa saham.

Apalagi sebagian perusahan yang ‘melantai’ di BEI menjual sahamnya dengan harga yang relatif terjangkau.

Halaman
12
Penulis: Dicky Fadiar Djuhud
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved