Minggu, 12 April 2026

Virus Corona di Jabar

Update Covid-19 Bandung Masih Zona Merah, Tempat Wisata Akan Diperketat

Tak hanya itu, pihaknya bakal kembali mengaktifkan posko gabungan untuk koordinasi lintas sektoral.

Editor: Ravianto
TRIBUN JABAR / TIAH SM
Wali Kota Bandung Oded M Danial. Kota Bandung hingga saat ini masih berada di zona merah atau resiko tinggi penularan Covid-19 dengan skor sebesar 1.65.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung hingga saat ini masih berada di zona merah atau resiko tinggi penularan Covid-19 dengan skor sebesar 1.65. 

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, angka ini turun dari Minggu sebelumnya dari 30 November sampai 6 Desember 2020 yang saat itu sebesar 1.80.

Menyikapi hal tersebut, Pemkot Bandung bakal memperketat sejumlah area publik, tempat hiburan, wisata yang sudah diberikan relaksasi atau izin operasional.

"Kami akan memperketat aturan, meningkatkan pengawasan serta penegasan terhadap tindakan pelanggaran sesuai dengan Perwal Nomor 73 Tahun 2020, seperti contoh penyegelan terhadap mini market beberapa waktu lalu)," ujar Oded, seusai rapat terbatas di ruang tengah Balai Kota Bandung, Jumat (18/12/2020). 

Satuan Tugas Covid-19 juga, sambung Oded, bakal lebih aktif turun ke jalan melakukan patroli untuk memastikan masyarakat dan pengusaha menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. 

"Kami juga akan terus mengedukasi, mensosialisasikan akan pentingnya menjaga kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan mulai dari tingkat keluarga," katanya. 

Tak hanya itu, pihaknya bakal kembali mengaktifkan posko gabungan untuk koordinasi lintas sektoral.

Namun, Oded belum memastikan apakah akan kembali menggunakan Bandung Comand Centre (BCc) sebagai poskonya. 

"(Poskonya) Tertutup di sebuah tempat, dulu kan poskonya di BCC, nanti kita buat lagi posko terpusat agar pergerakannya nanti dapat dievaluasi kita juga akan tambah SDM dari guru muda yang ada di rumah untuk ikut woro-woro di lapangan," ucapnya. 

Khusus untuk natal dan tahun baru, kata dia, bakal ada penyemprotan disinfektan secara rutin dan lebih masif, penutupan jalan-jalan protokol dan lokasi potensi kerumunan. 

"Membentuk Tim Gabungan Operasi Malam Natal dan tahun baru," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved