Breaking News:

Regenerasi Perajin dan Pengusaha Batik di Jawa Barat Masih Minim

Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB), Sendy Dede Yusuf, menyebut regenerasi perajin dan pengusaha batik di Jawa Barat masih minim.

Tribuncirebon.com/ Ahmad Imam Baehaqi
Prosesi pengukuhan Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon (P3BC) di EB Batik Tradisional Cirebon, Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jumat (18/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB), Sendy Dede Yusuf, menyebut regenerasi perajin dan pengusaha batik di Jawa Barat masih minim.

Sebab, anak-anak muda Jawa Barat seolah takut menjadi perajin maupun pengusaha batik meski orang tua mereka telah mengawalinya.

Menurut dia, pemuda di Jawa Barat justru berbondong-bondong mendaftar sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Baca juga: Bincang Cantik Tentang Batik, Warisan Budaya Asli Indonesia yang Tidak Pernah Bosan untuk Dipakai

Baca juga: Istri Edhy Prabowo Iis Rosita Dewi Dilarang Melancong ke Luar Negeri, Termasuk 3 Orang Lainnya

"Banyak anak muda di Jawa Barat takut menjadi perajin dan pengusaha batik," kata Sendy Yusuf saat ditemui usai Pengukuhan Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon (P3BC) di EB Batik Tradisional Cirebon, Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jumat (18/12/2020).

Ia mengatakan, regenerasi perajin batik di Jawa Barat juga tergolong sulit karena kaum mudanya lebih memilih menjadi PNS.

Karenanya, butuh kerja keras semua pihak untuk meningkatkan minat anak muda di Jawa Barat untuk menjadi perajin maupun pengusaha batik.

Namun, pihaknya bersyukur kepengurusan P3BC didominasi para pemuda yang berusia 30 tahunan.

Sendy berharap, semangat kaum muda yang tergabung dalam P3BC dapat membawa angin segar bagi regenerasi perajin dan pengusaha batik, khususnya di Cirebon.

"Kami menjadikan Cirebon sebagai pilot project untuk meningkatkan semangat anak muda dalam dunia pembatikan," ujar Sendy Yusuf.

Sementara Ketua P3BC, Heri Kismo, didampingi Wakil Ketua, Hisyam Suleiman, mengatakan, P3BC merupakan wadah untuk bersinergi, berkolaborasi, dan berbagi.

Heri menyampaikan, sebagian besar anggota P3BC juga merupakan kalangan pemuda dari sejumlah desa di Kabupaten Cirebon yang mempunyai perajin batik.

Di antaranya, Desa Panembahan, Desa Trusmi Kulon, Desa Trusmi Wetan, Desa Kaliwulu, Desa Kalitengah, Desa Kalibaru, Desa Wotgali, Desa Gamel, dan Desa Ciwaringin.

"P3BC siap menjadi wadah sharing untuk mengembangkan batik Cirebon yang merupakan pusat batik terbesar di Jawa Barat," kata Heri Kismo.


Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved