Breaking News:

Wabah Virus Corona

China Akan Suntik 50 Juta Rakyatnya dengan Vaksin Covid-19 Sebelum Imlek 2021

China sudah memberikan status penggunaan darurat untuk dua kandidat vaksin dari Sinopharm.

istimewa/Sekretariat Presiden
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu malam, (6/12/2020), langsung dibawa menuju Kantor Pusat Bio Farma di Kota Bandung. 

Worldometers pada Jumat (18/12/2020) mencatat, Covid-19 telah menyebar di 218 negara dan 2 armada transportasi internasional.

Saat ini 75 juta lebih orang telah terjangkit, terhitung sejak awal pandemi.

Foto diambil pada Rabu, 23 Maret 2020 menunjukkan penduduk bersorak saat anggota tim bantuan medis dari Chongqing berangkat untuk pulang setelah membantu upaya pemulihan virus corona atau COVID-19 di daerah Yunmeng, di kota Xiaogan di Provinsi Hubei, China Tengah. China pada 24 Maret 2020 mengumumkan bahwa lockdown terhadap lebih dari 50 juta orang di Provinsi Hubei akan dicabut.
Foto diambil pada Rabu, 23 Maret 2020 menunjukkan penduduk bersorak saat anggota tim bantuan medis dari Chongqing berangkat untuk pulang setelah membantu upaya pemulihan virus corona atau COVID-19 di daerah Yunmeng, di kota Xiaogan di Provinsi Hubei, China Tengah. China pada 24 Maret 2020 mengumumkan bahwa lockdown terhadap lebih dari 50 juta orang di Provinsi Hubei akan dicabut. (STR/AFP)

Sebanyak 1,6 juta orang meninggal dan 52 juta lainnya berhasil sembuh.

Tim WHO akan melihat sampel medis yang disimpan dan sinar-X dari sebelum wabah pertama kali diketahui, untuk melihat apakah virus menyebar lebih awal.

Selain itu tim juga akan mengambil sampel dari kelelawar dan spesies lain untuk melacak hewan sumber pertama virus corona baru muncul.

"Kemudian untuk melihat ke mana jalur itu membawa kita, apakah itu kota lain atau apakah itu tetap di Wuhan atau kemana perginya," kata Leendertz.

Menurutnya, kemungkinan pasar Wuhan hanya peristiwa penyebaran virus besar pertama atau salah satu yang pertama.

"Ruang lingkup besar adalah mencoba mencari tahu apa yang terjadi," kata Leendertz.

"Bagaimana virus melompat dari hewan mana yang mungkin menjadi inang perantara dan kemudian ke manusia. Untuk merekonstruksi skenario."

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved