Breaking News:

Pilkada Kabupaten Bandung

Paslon yang Diusung Kalah dalam Pilkada Bandung 2020, Jadi Evaluasi dan Pelajaran Bagi Partai Golkar

Kekalahan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung, Kurnia Agustina dan Usman Sayogi, dalam Pilkada Bandung 2020, menjadi pelajaran

Tribunjabar.id/Lutfi A Mauludin
Bupati Bandung, Dadang M Naser. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi AM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Meski Partai Golkar memiliki kursi terbanyak di parlemen Kabupaten Bandung, bahkan ketua DPRD dan Bupati Bandung berasal dari Partai Golkar, namun pasangan yang diusung Partai Golkar di Pilkada Bandung 2020 kalah.

Kekalahan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung, Kurnia Agustina -Usman Sayogi, dalam Pilkada Bandung 2020, menjadi pelajaran dan bahan evaluasi DPD Golkar Kabupaten Bandung.

Menurut Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kabupaten Bandung, Deden Nugraha, banyak faktor yang membuat pasangan calon yang diusung Golkar kalah di Pilkada Bandung 2020.

"Oleh karena itu, Kang Dadang M Naser, harus bertanggung jawab untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar,'' ujar Deden, di Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (17/12/2020).

Deden mengatakan, salah satu cara Dadang M Naser bertanggung jawab, adalah dengan memimpin kembali DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung.

Deden memaparkan, menurut Kepala Badan Saksi Daerah (BSD) Partai Golkar Kabupaten Bandung, kekalahan pasangan Nia Usman sudah dievaluasi secara menyeluruh, Seluruh pimpinan dan pengurus Partai Golkar Kabupaten Bandung sudah mengetahui hal ini.

"Bahan evaluasi ini, harusnya sudah menjadi modal yang sangat besar, untuk mengembalikan kejayaan partai dan kembali Berkarya untuk masyarakat Kabupaten Bandung," kata Deden.

Deden mengaku, meyakini sosok yang mampu untuk mengeksekusi dan membenahi partai, adalah sosok yang berpengalaman, seperti Kang Dadang M Naser.

Baca juga: Tak Punya Uang untuk Pulang Kampung, Dedik Nekat Mencoba Renang dari Balikpapan ke Jatim Pakai Galon

"Kang DN (Dadang Naser) ke depan akan bisa lebih fokus, dalam membenahi dan mengurus Partai Golkar setelah tidak menjabat sebagai bupati pada Februari (2021)," ucap Deden.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved