Breaking News:

Pilkada Kabupaten Sukabumi

Sudah 12 Jam KPU Masih Rekapitulasi Hasil Pilkada Sukabumi, Belum Ada Tanda-tanda Kapan Selesai

Rapat pleno dimulai sekitar pukul 09.00 dan hingga pukul 21.30 belum juga berakhir.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
KPU saat lakukan rekapitulasi hasil Pilkada Kabupaten Sukabumi. 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Hingga Rabu (16/12/2020) malam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Pantauan Tribunjabar.id, hingga pukul 21.30 WIB, KPU Kabupaten Sukabumi masih melakukan penghitungan suara.

Menurut informasi yang dihimpun, KPU mulai melakukan penghitungan sejak pukul 09.00 WIB.

Baca juga: Delapan Desa di Indramayu Diterjang Banjir Hari Ini, Tanggul Jebol, Ratusan Hektare Sawah Terendam

Baca juga: Ramalan Bintang Kamis 17 Desember 2020: Gemini Diuji Keuangan, Cancer Bakal Bikin Orang Terkesan

Ini berarti sudah lebih dari 12 jam KPU melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Kabupaten Sukabumi.

Penghitungan dilakukan mundur, mulai dari Dapil 6 sampai Dapil 1.

Diketahui, pada Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020 ini ada 5.171 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 47 Kecamatan.

Saat ini, Tribunjabar.id belum mendapatkan informasi hasil tetap dari rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Kabupaten Sukabumi.

Sebelumnya, Komisioner KPU Kabupaten Sukabumi Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Budi Ardiyansyah mengatakan, pleno dilakukan di tingkat Kabupaten karena tingkat kecamatan telah selesai melakukan rekap.

"Proses pelaksanaan rekap di kecamatan sudah selesai, sesuai dengan PKPU 5 tahun 2019 akan dilaksanakan rekap kabupaten. Berkaitan dengan kesiapan, tentunya KPU siap melaksanakan rapat pleno terbuka tingkat kabupaten," ujarnya, Selasa (15/12/2020).

Ia menjelaskan, pada rapat pleno terbuka tingkat Kabupaten ini, paslon dilarang membawa masa pendukung.

Yang hadir dalam rapat pleon terbuka penetapan hasil Pilkada 2020 itu hanya saksi sebanyak dua orang.

"Saksi 2 orang. Berkaitan dengan PKPU 6 tahun 2020, terkait protokol Covid-19 tidak diperkenankan (membawa pendukung)," jelasnya.

Baca juga: Polda Jabar Berharap Massa FPI Tak Lagi Datangi Polres, Jika Tetap Datang Ingatkan Hal Ini

Baca juga: Warga Positif Covid-19 Tanpa Gejala dan Lebih dari Dua Minggu Sehat, Diberi Surat Keterangan Sehat

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved