Breaking News:

Pilkada Pangandaran

Pasangan Aman Layangkan Gugatan ke MK, Terkait Hasil Pilkada Pangandaran, Ini Bukti yang Disiapkan

Sore ini pasangan Aman akan mendaftarkan gugatan Pilkada Priangan ke MK.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran nomor urut 2, Adang Hadari–Supratman saat debat Pikada Kabupaten Pangandaran 2020 di Hotel Horison Pangandaran, Rabu (18/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Tim pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati Pangandaran nomor urut 2, Adang Hadari-Supratman (Aman) memastikan bakal mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) setelah rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten.

Seperti diketahui, dari hasil rapat pleno yang digelar di Pantai Indah Resort Hotel Timur Pangandaran, pada Selasa (15/12/2020) itu, ditetapkan pasangan calon nomor urut 1, Jeje Wiradinata-Ujang Endin Indrawan (Juara) mendapat 138.152 suara dan pasangan Aman mendapat 128.187 suara.

Ketua Tim Pemenangan pasangan Aman, Taufiq Martin, mengatakan, gugatan ke MK tersebut bakal dilayangkan karena pada Pilkada Pangandaran 2020 diduga terjadi pelanggaran terstruktur, sistematis dan masif, terutama masalah politik uang.

Baca juga: Gagal Lanjutkan Peran Suami di Kabupaten Bandung, Kurnia Agustina Akui Kekalahan dan Ucapkan Selamat

Baca juga: Tak Sedikit yang Kecewa, Lesti Kejora Pakai Behel agar Gigi Rapi, Rizky Billar Beri Tanggapan Bijak

"Jadi, sekarang kami upayakan ke Bawaslu dan ke MK (mengajukan gugatan)," ujar Taufik saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Rabu (16/12/2020).

Pihaknya juga memastikan, semua persyaratan untuk mengajukan gugatan ke MK itu sudah disiapkan dan saat ini sedang melakukan gelar perkara dengan tim kuasa hukum pasangan Aman.

"Mudah-mudahan sore ini kami daftarkan (gugatan ke MK) karena bisa melalui online oleh tim pengacara," katanya.

Taufik mengatakan, dalam upaya mengajukan gugatan hasil Pilkada Pangandaran ini pihaknya juga sudah mengundang dan berkoordinasi dengan pakar khusus yang pernah sidang di MK.

"Daftarnya secara online dulu bisa, nanti kami ke Jakarta sambil membawa (bukti) temuan bukti," ucap Taufik.

Ia mengatakan, bukti yang akan diajukan dalam gugatan tersebut yakni semua dugaan pelanggaran Pilkada Pangandaran 2020, seperti dugaan politik uang dan masalah jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dengan pemilih yang hadir di TPS tidak sesuai.

"Selain itu masih ada yang lain, seperti Pak H Adang sebagai wakil bupati tidak pernah diberitahu dan diajak kompromi masalah pengadaan quick count yang dilakukan oleh Pemda," katanya.

Baca juga: Dinyatakan Jadi Pangeran Gol Sundulan, Karim Benzema Ucapkan Alhamdulillah

Baca juga: Liverpool Vs Tottenham, Juergen Klopp: Joel Matip Belum Pasti Tampil Akibat Cedera Otot Punggung

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved