Sudah 3 Hari 3 Malam Selidiki Kasus Tewasnya 6 Laskar FPI tapi Komnas HAM Masih Enggan Buka Hasilnya

Komnas HAM sudah mendapatkan temuan penyelidikannya terkait kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam ( FPI).

Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran bersama Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menjawab pertanyaan wartawan usai dimintai keterangan di Menteng, Jakarta, Senin (14/12/2020). Selain Kapolda Metro Jaya, Komnas HAM juga menggali keterangan Direktur Utama PT Jasa Marga Subakti Syukur Imran terkait tewasnya enam orang Laskar FPI. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Komisi Nasional untuk Hak Asasi Nasional ( Komnas HAM) sudah mendapatkan temuan penyelidikannya terkait kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam ( FPI).

Bahkan Komnas HAM melakukan penyelidikannya sudah tiga hari tiga malam di lapangan.

Hanya saja, Komnas HAM masih enggan membeberkan hasil penyelidikannya. Apa alasannya?

Baca juga: Hasil Pemeriksaan Jenderal Anak Buah Kapolri Jenderal Idham Aziz di Komnas HAM, Serahkan Bukti-bukti

Baca juga: Teddy Terusik, Simpan Harta Bareng-bareng saat Diambil Tak Diajak, Sule: Masa Anak Saya Nyolong

Baca juga: Resep Bakmie Nyemek yang Nikmat Untuk Santapan di Rumah Bareng Keluarga

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menuturkan, pihaknya belum bisa mengumumkan hasil temuannya dengan alasan perlu adanya analisa lebih mendalam.

"Kami berharap sebaiknya sebelum ini dikumpulkan semua, dianalisis, di-crosscheck sana-sini, kami tidak akan bicara tentang substansinya. Tapi tahapan itu sudah kami lakukan. Kami sudah tiga hari tiga malam ada di lapangan. Cross check semua bahan dan informasi-informasi," kata Taufan di kantor Komnas HAM RI, Jakarta, dikutip dari Kompas.com yang melansir Tribunnews.com, Senin (14/12/2020).

Akan tetapi, Taufan memastikan bahwa bukti dan keterangan dari temuannya tersebut merupakan hal baru bagi masyarakat.

Sebab, informasi yang diterima masyarakat mengenai kasus ini berasal dari berbagai macam opini.

"Semuanya, kan, sebetulnya menjadi baru. Karena masyarakat, kan, masih melihat katanya-katanya. Kalau nanti kemudian kami ungkap kan akhirnya jadi baru di masyarakat. Kenapa? Karena sampai hari ini masyarakat sebetulnya hanya mendengar opini," kata Taufan.

"Lihat saja beredar di masyarakat kita, beredar opini, orang bikin YouTube-nya sendiri, orang bikin analisisnya sendiri, tapi dia tidak pernah melihat fakta itu langsung," ucapnya.

Adapun, Komnas HAM hari ini dijadwalkan memeriksa sejumlah pihak, mulai dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran hingga Dirut PT Jasa Marga, Subakti Syukur.

Komnas juga sebelumnya telah meminta keterangan pihak FPI, saksi, keluarga korban, hingga masyarakat.

Diketahui, terdapat perbedaan keterangan antara polisi dan FPI atas peristiwa tersebut.

Polisi mengatakan bahwa mobil anggota Polda Metro Jaya yang sedang melakukan pembuntutan dipepet oleh kendaraan yang ditumpangi laskar pengawal pemimpin FPI Rizieq Shihab.

Adapun pembuntutan dilakukan dalam rangka penyelidikan terhadap informasi di aplikasi pesan singkat soal pengerahan massa mengawal pemeriksaan Rizieq pada Senin (7/12/2020).

Setelah kendaraan anggota Polda Metro Jaya dipepet, baku tembak terjadi. Polisi mengklaim anggota laskar pengawal Rizieq melepaskan tembakan terlebih dahulu ke arah polisi.

FPI pun membantah anggota laskar menyerang dan menembak polisi terlebih dahulu. Menurut FPI, anggota laskar tidak dilengkapi senjata api

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Komnas HAM Masih Enggan Beberkan Temuan Kasus Penembakan 6 Laskar FPI

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved