Breaking News:

Hujan Sehari Semalam, Pamarican Ciamis Digempur Longsor dan Gerakan Tanah, 7 Rumah Terancam

Guyuran hujan lebat sejak Senin (14/12/2020) sore sampai Selasa (15/12/2020) subuh, setidaknya telah

istimewa
Hujan Sehari Semalam, Pamarican Ciamis Digempur Longsor dan Gerakan Tanah, 7 Rumah Terancam 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Guyuran hujan lebat sejak Senin (14/12/2020) sore sampai Selasa (15/12/2020) subuh, setidaknya telah menimbulkan longsor dan gerakan tanah di 5 lokasi. Sedikitnya 7 rumah warga terancam.

Seperti yang diinformasikan relawan Tagana Baehaki Efendi kepada Tribun, Selasa (15/12), lima lokasi longsor dan retakan tanah yang dipicu hujan lebat tersebut masing-masing 3 titik di Desa Neglasari, 1 lokasi di Desa Pamarican dan 1 lokasi di Desa Margajaya.

Di Dusun Sindangjaya RT 15 /04 Desa Neglasari Senin (14/12) sekitar pukul 23.00 tengah malam tanah retak sepanjang 500 meter dan kedalaman setengah meter. Dua rumah warga terancam yakni rumah yang dihuni H Dasim sekeluarga dan rumah Dioh.

Baca juga: Ada Pegawai Positif Covid-19 dan Masuk Zona Merah, 75 Persen Pegawai Setda Majalengka Jalani WFH

Masih di Dusun Sindangjaya Desa Neglasari tapi di Rt 17 dan Rt 18 RW 04 pada waktu yang sama juga terjadi retakan tanah yang mengancam 3 rumah warga. Yakni rumah Rahli, Ugi Sugiarti dan rumah Toto.

Sementara di Dusun Angsana Rt 32 RW 07 Desa Neglasari Selasa (15/12) pukul 03.30 dinihari ruas jalan poros Angsana - Gunung Kelir yang menghubungkan Pamarican (Ciamis) - Langkaplancar (Pangandaran) putus ambles sepanjang 80 meter sedalam 5 meter.

Di Dusun Lumbung Sari Blok Bojongasih Rt 14 RW 05 Desa Pamarican, satu rumah warga yakni rumah Watman terancam menyusul longsornya tebinh Sungai Citalahap sepanjanh 20 meter ketinggian 7 meter.

Baca juga: Polisi Sebut Habib Rizieq Shihab Tidak Bersedia Diperiksa Soal Kerumunan Megamendung, Ini Alasannya

Sebelumnya rumah Ruhiat (30) di Dusun Cimarga Rt 38 RW 02 Desa Margajaya terancam retakan tanah sepanjang 300 meter sedalam setengah meter Minggu (13/12) pukul 18.00 magrib.

Dan di Dusun Pasir Bokor Rt 24 RW 06 Desa Kertahayu nyaris ambruk karena lapuk dan diterjang hujan lebat.

Mengantisipasi meluasnya retakan tanah dan mengurangi risiko bencana, menurut Baehaki, sangat diharapkan adanya mitigasi geologi ke lokasi retakan tanah di 3 lokasi di Desa Neglasari Pamarican tersebu

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved