Breaking News:

Gubernur Jabar Minta Bank Pembangunan Daerah Jangan Kalah dari Fintech

Kang Emil menilai, lokalitas merupakan pendekatan unggulan menjadikan BPD sebagai bank utama pembangunan di daerah.

Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Ridwan Kamil saat telekonferensi video pada Munas dan Semnas Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia, Senin (14/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta bank pembangunan daerah (BPD) membantu masyarakat dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi. BPD dituntut menjadi rumah kebangkitan bagi pelaku UMKM.

“Pemulihan ekonomi pascapandemi betul-betul ditopang perbankan. Dalam dua empat tahun ke depan kami titipkan kepada bank pembangunan daerah,” ujar Ridwan Kamil saat telekonferensi video pada Munas dan Semnas Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia, Senin (14/12/2020).

Menurutnya, BPD memiliki ciri khas sendiri yang menarik minat masyarakat, yakni memahami kearifan lokal. Oleh karena itu BPD harus punya strategi antropometris marketing atau marketing berbasis kewilayahan.

“Kalau di daerah Sunda, pahami. Gunakan budaya lokal dalam ilmu marketingnya, demikian juga untuk di wilayah priangan, dan seterusnya,” ucap Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Kang Emil menilai, lokalitas merupakan pendekatan unggulan menjadikan BPD sebagai bank utama pembangunan di daerah.

“Suatu hari masyarakat itu akan memilih perbankan yang sangat mudah operasionalnya. Oleh karena itu saya titip harus terus berinovasi untuk memudahkan masyarakat,” katanya.

Kang Emil mencontohkan, Kredit Mesra yang merupakan pinjaman tanpa bunga dan agunan berbasis rumah ibadah adalah sangat memudahkan masyarakat dan terbukti menjauhkan dari rentenir.

Baca juga: Ada Pegawai Positif Covid-19 dan Masuk Zona Merah, 75 Persen Pegawai Setda Majalengka Jalani WFH

“Masyarakat menengah ke bawah itu tidak terlalu bermasalah dengan bunga tinggi. Yang mereka permasalahkan adalah cara mengakses yang dianggap mudah. Semakin ribet semakin dijauhi, semakin mudah semakin didekati walaupun kadang bunganya mencekik,” ujarnya.

Itulah kenapa dulu rentenir banyak disukai masyarakat karena memberikan kemudahan meski bunga tinggi.

“Oleh karena itu mari kita lawan dengan cara meningkatkan agresivitas marketingnya. Tujuan utama kita adalah semangat menolong masyarakat dari jurang krisis ekonomi,” ajaknya.

Kini, katanya, banyak rentenir sudah bertransformasi menggunakan fintech yang membuat tantangan ke depan makin kompleks.

“Semua hijrah ke digital, sehingga BPD jangan sampai ketinggalan oleh fintech-fintech itu,” tuturnya.

Baca juga: Prediksi Trafik Layanan Data Saat Natal dan Tahun Baru Naik, Provider Ini Optimalkan Jaringan

Baca juga: Ada Pegawai Positif Covid-19 dan Masuk Zona Merah, 75 Persen Pegawai Setda Majalengka Jalani WFH

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved