Breaking News:

Runtuhnya Dominasi Partai Golkar Selama 20 Tahun di Indramayu, Disebut Soal Pengkhianatan

Dominasi Partai Golkar di Kabupaten Indramayu setelah empat kali berturut-turut memenangi Pilkada

handhika rahman/tribun jabar
Pasangan Daniel Mutaqien Syafiuddin-Taufik Hidayat saat mendaftar Pilkada Indramayu 2020 di Kantor KPU Kabupaten Indramayu, Minggu (6/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Dominasi Partai Golkar di Kabupaten Indramayu setelah empat kali berturut-turut memenangi Pilkada akhirnya runtuh di tahun 2020.

Kekutan yang selama 20 tahun terakhir berkuasa di Pantura Jabar itu kini runtuh seiring kekalahan Paslon nomor urut 3 Daniel Mutaqien Syafiuddin-Taufik Hidayat yang diusung Partai Golkar.

Paslon tersebut hanya mampu menempati urutan kedua berdasarkan quick count atau hitung cepat oleh lembaga survei Indikator Politik dengan perolehan 29,35 persen.

Atau dengan kata lain, berada dibawah perolehan Paslon nomor urut 4 Nina Agustina Dai Bachtiar-Lucky Hakim (PDI Perjuangan, Gerindra, NasDem) yang memperoleh suara 37,45 persen.

Baca juga: Diperiksa Sejak Pagi, Ketua Umum FPI dan Panglima Laskar Pembela Islam Malam Ini Masih Diperiksa

Dewan Penasehat Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Indramayu, Iwa Sungkawa mengatakan, pemicu utama kekalahan Partai Golkar di Kabupaten Indramayu disebabkan oleh pengkhianatan.

Yakni, karena ada perpecahan di buku internal Partai Golkar Indramayu.

"Ada yang tidak loyal dan faktanya banyak PK yang menyeberang mendukung calon lain," ujar dia berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tribuncirebon.com, Senin (14/12/2020).

Iwa Sungkawa mengatakan, ada gerakan yang diduga dilakukan oleh beberapa kader internal partai dengan cara mendukung pasangan calon lain.

Baca juga: 20 Finalis ITB Career Center Hasilkan Produk Ramah Lingkungan, dari Wise Waste Sampai NYAMPIH

Dalam hal ini, ia meminta agar DPP Partai Golkar dan DPD Partai Golkar Jawa Barat memberikan sanksi tegas terhadap kader yang melakukan penghiatan tersebut.

Iwa Sungkawa menyebut, hal tersebut demi menyelamatkan kejayaan Partai Golkar.

"Loyalitas yang dilacurkan inilah yang harus mendapatkan sanksi tegas dari DPP maupun DPD Golkar sehingga partai Golkar Indramayu dapat diselamatkan," ucapnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved