Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, Pemerintah Siapkan 440 Nakes dan 23.000 Vaksinator

Sebanyak 440.000 tenaga kesehatan dan 23.000 vaksinator terus mempersiapkan diri untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19

Editor: Siti Fatimah
istimewa
Vaksin Covid-19 Sinovac di Bio Farma 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagai saah satu kesiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, pemerintah menyiapkan tenaga kesehatan untuk pelaksanaan tersebut.

Saat ini sudah ada 440.000 tenaga kesehatan dan 23.000 vaksinator  yang sudah disiapkan untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Hingga 5 Desember 2020, telah dilakukan pelatihan sebanyak 12.408 orang untuk 21 provinsi.

Baca juga: VIDEO-8 Daerah di Jawa Barat Berisiko Tinggi Penyebaran Covid-19, Pemprov Siapkan Tempat Isolasi

Dikutip dari Kompas.Com, Vaksin Covid-19 yang diproduksi perusahaan asal China Sinovac sudah tiba di Indonesia beberapa hari lalu.

Vaksin tersebut, kini masih menjalani pengujian klinik.

Sembari menunggu tahapan uji klinik selesai, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi mengatakan, pemerintah terus menyiapkan tenaga kesehatan untuk pelaksanaan vaksinasi.

Baca juga: Daerah Ini Rencanakan Pengadaan Rumah Singgah Isolasi Khusus Covid-19

"Sebanyak 440.000 tenaga kesehatan dan 23.000 vaksinator terus mempersiapkan diri untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 hingga ke seluruh daerah," kata Oscar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (14/12/2020).

Ia menyampaikan, sampai 5 Desember 2020 telah dilakukan pelatihan sebanyak 12.408 orang untuk 21 provinsi.

Sementara itu, pemerintah juga telah melakukan workshop penyiapan bagi 29.635 orang tenaga vaksinator dari 34 provinsi.

"Artinya, semuanya berjalan sesuai dengan rencana kita dan Insya Allah kesiapan-kesiapan itu kita jaga dari sisi jumlah, proporsional dari semua provinsi akan tercakup," ujarnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Sukabumi Bertambah, Rata-rata Pasien Tak Miliki Gejala Ini

Selain proses pemberian vaksinasi, kata dia, upaya mengedukasi masyarakat sebelum program vaksinasi juga tak kalah penting.

Oscar berpendapat, upaya edukasi tersebut harus sampai merata ke daerah, termasuk pemahaman tentang kehalalan vaksin yang akan diupayakan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Efektivitas vaksin tersebut juga harus dikomunikasikan dengan benar. Namun, yang tak boleh ditinggalkan adalah mengomunikasikan kepada masyarakat agar mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik, itu adalah cara paling ampuh untuk melindungi masyarakat," tutur dia.

Lebih jauh, Oscar juga menjelaskan bahwa upaya melakukan vaksinasi yang dilakukan secara bertahap, bukan berarti tak memiliki tantangan. Kendala geografis, kata dia, masih menjadi tantangan utama dalam hal persiapan vaksinasi.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Telkomsel Dukung Penanganan Dampak Corona Virus disektor Kesehatan dan Pendidikan

Halaman
12
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved