Curhat Pengusaha Gedung Tempat Resepsi Diterpa Pandemi Covid-19, Bukan Hanya Mereka yang Menderita

Curhatan Pengusaha Gedung Tempat Resepsi dan Pertemuan Indonesia (Asgeprindo) akibat pandemi Covid-19. "Bukan Hanya Gedung Yang Menderita!"

Tribun Jabar/ Firman Wijaksana
Simulasi pernikahan yang digelar di gedung saat pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Munculnya pandemi Covid -19 berdampak kepada gedung yang biasanya ramai digunakan untuk acara pernikahan.

Hampir semua gedung sepi dari acara.

Dalam 10 bulan terakhir, Perkumpulan Pengusaha Gedung Tempat Resepsi dan Pertemuan Indonesia yang tergabung dalam Asgeprindo mulai merasakan setiap perubahan relaksasi yang diberikan pemerintah.

Baca juga: Di Tengah Kisruh Harta Warisan Lina, Terbongkar Kabar Teddy Menikah Lagi dengan Wanita Asal Tasik

Baca juga: Nasib Hakan Calhanoglu di AC Milan Ditentukan Pekan Ini, Bertahan atau Pergi?

Ketua DPD Asgeprindo Jabar, Mohamad Arief Wibowo, mengatakan kondisi pengusaha gedung saat 3 bulan pertama memang tidak ada yang beroperasi sama sekali.

"Tidak hanya gedung yang menderita tapi turunannya (dekorasi, katering, fotografer) juga ikut tiarap. Kami nggak bisa melakukan hal apapun, bahkan ada beberapa gedung yang akhirnya merumahkan karyawannya," ujar Arief di El Royale Hotel, Jalan Merdeka, Senin (14/12/2020).

Ia menceritakan bagaimana para asosiasi berkumpul supaya bisa mendapatkan relaksasi dari Wali Kota Bandung.

Setelah akhirnya mendapatkan izin untuk simulasi gedung dibuka, Asgeprindo membuat proposal kepada Satgas Covid-19 dan Wali Kota.

"Kami hanya diberi 30 persen kapasitas tamu pada Agustus-September dan akhirnya mendapatkan relaksasi 50 persen, lalu beberapa gedung mulai berani menghidupkan even-even lagi," ucapnya.

Namun saat ini Pemkot Bandung kembali menerapkan PBB proporsional, sehingga saat ini jumlah tamu gedung resepsi kembali dibatasi menjadi 30 persen.

Ditemui di lokasi yang sama, Ketua DPP Asgeprindo Dwi Widyarto mengatakan, saat ini sebagian pemilik usaha gedung pertemuan dan resepsi telah kembali beroperasi dengan penerapan protokol Covid-19.

Misalnya saja, di DKI Jakarta saat ini, kata Dwi, sudah ada kurang lebih 70 gedung dan hotel yang boleh mengadakan even dengan pembatasan pengunjung.

"Meskipun demikian, kami tetap bersyukur karena setidaknya bisa bernapas lega dan bisa membantu perekonomian lainnya," kata Dwi.

Tidak hanya gedung, Dwi mengingatkan jika adanya resepsi pernikahan memiliki dampak yang besar bagi berbagai industri.

Misalnya saja katering, dekorasi, fotografer, yang bisa melibatkan lebih dari 100 tenaga kerja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved