Breaking News:

Jenis Usaha Ini Mampu Bertahan ditengah Pandemi Covid-19

Ada jenis usaha yang dinilai lebih adaptif dalam memenuhi permintaan dan tren yang ada di tengah masyarakat, khususnya tren kebutuhan di masa pandemi

Istimewa
Kuliner enak khas Purwakarta ini ditaburi dengan irisan keju yang membuat Anda semua tergiur saat melihatnya. Taburan kejunya juga sangat banyak. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Selama pandemi Covid-19 jenis usaha fesyen dan kuliner relatif lebih mampu bertahan dibanding sektor usaha lain.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) Kota Bandung, Atet Dedi Handiman mengatakan, dua jenis usaha itu dinilai lebih adaptif dalam memenuhi permintaan dan tren yang ada di tengah masyarakat, khususnya tren kebutuhan di masa pandemi.

Baca juga: Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19 Bertambah, IGD RSUD Indramayu Tutup Sementara

"Contohnya para pelaku usaha kuliner, bisa bergeser misalnya berjualan makanan maupun minuman dengan kandungan jahe meningkatkan imun tubuh, atau usaha fesyen misalnya, mereka ada juga yang berbisnis masker," ujar Atet, saat dihubungi, Minggu (13/12/2020).

Sebaliknya, ada jenis usaha yang terpuruk di masa pandemi Covid-19 seperti salon, dan jasa lainnya.

Sebab, usaha yang menjual jasa memerlukan pertemuan secara tatap muka.

Baca juga: Curiga Tempat Kos Jadi Lokasi Transaksi Narkoba, Polisi Tangkap Dua Pengedar Sabu di Indramayu

Berbeda dengan usaha seperti kuliner dan fesyen yang dapat dipasarkan secara daring melalui pengiriman-pengiriman tanpa adanya tatap muka antara penjual dan pembeli.

Sejauh ini, kata dia, ada sekitar 6.000 UMKM yang dibina oleh Dinas KUMKM. Setelah dilakukan survei, menurutnya sekitar 2.000 UMKM memang mengalami dampak akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Aneh, Puluhan Kambing Milik Warga Desa Ini Mati, Ada Bekas Gigitan di Leher, Saksi Lihat Mahluk Ini

"Kami survei ke 2.000 (UMKM) lebih, ternyata mereka terdampak, mulai dari pemasaran dan modal," katanya.

Pelaku UMKM yang terdampak itu, kata dia, bakal menjadi data penerima bantuan langsung tunai (BLT) UMKM untuk dijadikan sasaran pembinaan UMKM dari sejumlah instansi, termasuk program pembinaan dari para BUMN.

Baca juga: Mobil Ala Transformer, Maskara untuk Desa Mandiri, Wagub Jabar; Mobil Multifungsi untuk Bangun Desa

Menurutnya, data UMKM penerima BLT itu merupakan UMKM yang telah terverifikasi dan berhak menerima bantuan dari pemerintah pusat itu.

"Dari pak walikota kan katanya kesehatan dan ekonomi harus berjalan secara seimbang," ucapnya.

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved