Breaking News:

Penanganan Virus Corona

Positif Covd-19 Bertambah Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemprov Jabar Siapkan 15 Gedung untuk Isolasi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mempersiapkan 15 gedung baru guna mengakomodir kebutuhan sarana fasilitas ruang isolasi darurat bagi pasien covid

Penulis: Cipta Permana | Editor: Siti Fatimah
Kompas.com/Dokumentasi Pemkot Bekasi
ilustrasi - Ruang Isolasi di Stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mempersiapkan 15 gedung baru guna mengakomodir kebutuhan sarana fasilitas ruang isolasi darurat bagi pasien covid-19.

Hal ini, sebagai solusi dari kian menipisnya ketersediaan ruang isolasi di sejumlah rumah sakit di Provinsi Jawa Barat hingga 80 persen di wilayah Bodebek dan Bandung Raya, karena terus meningkatnya jumlah kasus pasien positif selama beberapa pekan terakhir.

Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, dengan hadirnya 15 gedung baru sebagai fasilitas isolasi darurat tersebut, maka tingkat keterisian 75 persen ruang isolasi yang selama ini menjadi beban kendala dari berbagai rumah sakit untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pasien covid-19 dapat sedikit berkurang.

Baca juga: Rumah Sakit Cibabat Cimahi Sudah Buka Pendaftaran Vaksinasi Covid-19? Ini Penjelasan Dirut RSUD

"Kalau 15 gedung baru ini hadir, maka tingkat keterisian 75 persen yang sekarang dengan kondisi eksisting (ruang isolasi yang ada) bisa turun ke 50 persen. Nah kalau sudah 50 persen masih terkendali," ujarnya di Gedung Sate, Sabtu (12/12/2020).

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut, penambahan belasan gedung baru bagi isolasi pasien covid-19 itu, menjadi solusi yang relevan yang dapat dilakukannya saat ini.

Pola seperti ini telah menjadi standar operasional prosedur pelaksanaan, bahkan hal ini pun dilakukan oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Baca juga: Harbolnas, Saat Pandemi Covid-19 Belanja Online, Mungkinkah Tertular Virus dari Pembungkus Paket?

"Memang SOP di Jawa Barat memang begitu, kalau penuh maka cari gedung baru lagi, penuh cari gedung baru lagi sampai suatu hari nanti statusnya (penyebaran covid-19) dapat di kendalikan. Seperti halnya teori RS. Hasan Sadikin (RSHS) dulu, awalnya dari dua lantai dulu terus penuh satu gedung, penuh lagi tambah gedung lainnya, maka saya kira kita sudah sangat siap dalam menghadapi masalah ini (ketersediaan ruang isolasi darurat)," katanya.

Sebelumnya, anggota komisi V DPRD Jabar, Siti Muntamah mengusulkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat segera membangun rumah sakit darurat bagi penanganan pasien Covid-19.

Hal tersebut, berdasarkan perkembangan data terkonfirmasi pasien positif covid-19 kian menghawatirkan setiap harinya di sejumlah kabupaten/kota di Jabar, bahkan jika penanganan ketersediaan ruang isolasi atau tempat tidur pasien Covid-19 terlambat maka menurutnya akan menjadi sangat berbahaya.

Baca juga: Dewan Akan Panggil Satgas Covid-19 Majalengka, Bahas Solusi Tangani Pasien yang Tak Dapat Perawatan

"Kepada Dinas Kesehatan Jawa Barat saya usulkan, segera secepatnya untuk membuat rumah sakit darurat, saat ini sedang digodok dan saya minta jangan lama-lama karena peningkatannya (pasien positif covid-19) siginifikan, dan kalau terlambat ini bisa sangat berbahaya," ujarnya, Rabu (2/12/2020) lalu. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved