Breaking News:

Rekam Medis Dijual Rp 14 Ribu di Situs Gelap, Berapa Kalau Foto Selfie dengan KTP?

Di Indonesia, kasus kebocoran data pengguna di berbagai platform pada tahun ini cukup marak.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Ilustrasi foto selfie dengan KTP. Dalam beberapa platform, foto selfie memegang KTP menjadi satu syarat. 

TRIBUNJABAR.ID - Di Indonesia, kasus kebocoran data pengguna di berbagai platform pada tahun ini cukup marak.

Banyak pula data pribadi pengguna platfrom diperjual-belikan di forum gelap (darkwaeb).

Dari laporan perusahaan keamanan siber, Kaspersky, harga data pribadi yang dijual di situs gelap tidak lebih mahal dari secangkir kopi.

Kaspersky menganalisis penawaran aktif di 10 forum gelap internasional.

Dari penelusuran tersebut, ditemukan bahwa harga data pribadi dibanderol mulai 50 sen atau 0,5 dolar AS, atau sekitar Rp 7.000-an per individu.

Banderol harga itu bisa berbeda-beda tergantung jenisnya, seperti nomor ponsel (HP), catatan medis pribadi, foto selfie yang memegang dokumen pribadi seperti KTP atau paspor, yang dijual hingga 40 dolar AS (sekitar Rp 565.900).

Berikut harga data pribadi yang banyak dijual di situs gelap, berdasar riset Kaspersky:

  • detail kartu pribadi= 6-20 dolar AS (sekitar Rp 84.800 - Rp 282.900)
  • pindaian SIM= 5-25 dolar AS (sekitar Rp 70.700 - Rp 353.700)
  • layanan berlangganan= 0,5-8 dolar AS (sekitar Rp 7.000 - Rp 113.200)
  • identitas diri (nama, tanggal lahir, e-mail, nomor handphone)=  0,5-10 dolar AS (sekitar Rp 7.000 - Rp 141.800).
  • selfie dengan dokumen paspor atau SIM= 40-60 dolar AS (sekitar Rp 565.900 - Rp 848.900).
  • rekam medis=  1-30 dolar AS (sekitar Rp 14,000 - Rp 424.500)
  • akun Paypal: 50-500 dolar AS (sekitar Rp 707.400 - Rp 7 juta)
  • akun online banking 1-10 persen dari nilai

Harga data pribadi di atas dalam satu dekade terakhir tidak berubah.

Data yang menjadi favorit di antaranya adalah data kartu kredit, akses perbankan, dan layanan pembayaran elektronik.

Bukan hanya materi

Halaman
123
Editor: Giri
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved