Kamis, 16 April 2026

West Java Food and Agriculture Summit Diharapkan Jadi Gerbang Kesejahteraan Petani Jabar

Pemprov Jabar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar akan menggelar West Java Food & Agriculture Summit ( WJFAS) di Savoy Homann

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Sonora.id/ Gun
Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar (tengah) jumpa pers WJFAS 2020 di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Senin (7/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar akan menggelar West Java Food & Agriculture Summit ( WJFAS) di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, pada Kamis (10/12/2020). 

Gelaran WJFAS akan menggelar high level meeting, serta pertemuan petani Jabar dengan offtaker komoditas pertanian. 

”Tujuannya tidak lain agar petani bisa menjual hasil panen. Sebab, selama ini banyak petani bingung menjual hasil panennya. Ternyata offtaker kita sudah memiliki pasar ekspor yang notabane cukup menjanjikan,” kata Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Benny Bachtiar dalam siaran daring, Rabu (9/12/2020).

Baca juga: Petani Milenial dan WJFAS Gagasan Pemprov Jabar Berpotensi Ubah Wajah Pertanian

Baca juga: Ini Spesifikasi Lengkap Mi 10T Series, HP yang Ditenagai Snapdragon 865 tapi Harga Cuma Rp 6 Jutaan

Baca juga: Hasil Quick Count Sementara Pilkada Pangandaran 2020, Paslon Jeje-Ujang Unggul, Ini Selisihnya

Menurut Benny, jika petani yang ada di Jabar dapat memenuhi pasar ekspor, maka hal ini akan meningkatkan kesejahteraan petani.

Benny menyebutkan bahwa pada perhelatan yang disponsori bank bjb tersebut sudah ada 84 offtaker di sektor pertanian dan peternakan yang berminat menampung produk petani dan peternak Jabar.

Salah satunya adalah PT Bhanda Ghara Reksa (BGR). PT BGR akan menampung  produk pertanian dan peternakan di Jabar yang akan didistribusikan ke warung-warung dengan konsep e-warung. 

”Nanti PT BGR ini menampung hasil pertanian yang nanti didistribusikan ke warung-warung mengenai konsep e-warung. Ini sudah mulai ada wujudnya,” kata Benny.

Dengan terbukanya pasar domestik maupun global, Pemprov Jabar berupaya mengubah wajah pertanian agar generasi milenial tertarik menggarap sektor pertanian dan peternakan. 

Saat ini, pertanian dan peternakan belum diminati generasi milenial di Jabar. Padahal, generasi milenial diharapkan membawa perubahan kedua sektor tersebut pada masa depan guna menjaga ketahanan pangan Jabar. 

Berdasarkan hasil Survei Pertanian Antar Sensus (Sutas) 2018  yang dilakukan Badan Pusat Statistik, jumlah petani di Jabar mencapai 3.250.825 orang. 

Dari jumlah tersebut, petani yang berusia 25-44 tahun hanya 945.574 orang atau 29 persen. Kondisi tersebut tentu memberikan efek domino bagi sektor pertanian di Jabar. 

”Ketika anak muda kembali ke desanya, mereka mulai melakukan aktivitas ekonomi di perdesaan melalui sektor pertanian tadi. Di sini, Gubernur Jabar menginstruksikan agar membuat sesuatu yang bisa menarik para milenial ini memulai kegiatan pertanian, yang tentunya pasar. Inilah yang coba kita gali," kata Benny. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved