Breaking News:

Terbaru Mensos Juliari P Batubara, Ini 4 Menteri Era Jokowi yang Tersandung Kasus Korupsi

Setidaknya ada empat menteri di era Jokowi yang terseret kasus korupsi dan ditetapkan sebagai tersangka.

TRIBUNNEWS / HERUDIN
Tersangka operasi tangkap tangan (OTT) KPK dalam kasus dugaan suap bantuan sosial (bansos) Covid-19, Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen di Kemensos, Ardian IM selaku swasta, dan Harry Sidabuke dihadirkan pada konferensi pers di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Minggu (6/12/2020) dini hari. KPK menetapkan lima tersangka termasuk Menteri Sosial, Juliari P Batubara terkait dugaan suap bantuan sosial Covid-19 dan mengamankan total uang sejumlah Rp 14,5 miliar yang terdiri dari mata uang rupiah dan mata uang asing. Rinciannya yakni Rp 11,9 miliar, USD 171.085, dan sekitar SGD 23.000. 

TRIBUNJABAR.ID - Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara menghebohkan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap oleh KPK pada Minggu (6/12/2020).

Namanya terseret dalam kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 di Kementerian Sosial (Kemensos).

Sayangnya, Juliari bukanlah menteri pertama di era pemerintahan Presiden Joko Widodo yang berurusan dengan hukum gara-gara tersandung kasus korupsi.

Dilansir dari Tribunnews.com, setidaknya ada empat menteri di era Jokowi yang terseret kasus korupsi dan ditetapkan sebagai tersangka.

Ini daftarnya:

1. Idrus Marham

Mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, kenakan rompi oranye di KPK, Jakarta, Jumat (31/8/2018). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso. (Foto: Tribunnews.com/Kompas.com)
Mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, kenakan rompi oranye di KPK, Jakarta, Jumat (31/8/2018). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso. (Foto: Tribunnews.com/Kompas.com) (Kolase Tribun Jabar)

Mantan Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham, ditetapkan sebagai tersangka di KPK.

Politisi Golkar itu diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta yang merupakan bagian dari commitment fee 2,5 persen dari nilai proyek kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Fee tersebut diberikan oleh Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Diduga, suap diberikan agar proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1 berjalan mulus.

Halaman
1234
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved