Breaking News:

Perjuangkan Nasib Karyawan, Pengusaha Travel Banting Setir Buka Bebek Cenghar 

Jika sejumlah travel terpaksa tutup total dan merumahkan karyawan, maka hal berbeda dilakukan pengusaha yang satu ini. 

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/ Kemal Setia Permana
Pengusaha travel agen haji dan umarah banting setir membuka resto bebek bernama Bebek Cenghar di Jalan Buah Batu, Kota Bandung, Senin (7/12/2020). 

"Seandainya saya berpikir egois sendiri, ya sudah para karyawan dirumahkan tanpa digaji karena pandemi. Tapi saya juga harus berpikir bagaimana para karyawan biar tetap berpenghasilan, termasuk bagaimana sekaligus membuka lapangan kerja, karena meski pandemi, ekonomi itu tetap berputar," ujar Edwin yang membuka resto bebek bernama Bebek Cenghar di Jalan Buah Batu, Kota Bandung, Senin (7/12/2020).

Edwin menuturkan bahwa Bebek Cenghar mengusung tagline "Rajanya Bebek Pedas".

Lewat sejumlah riset kecil, Bebek Cenghar melahirkan menu-menu yang diinginkan masyarakat dan tidak kalah nikmat dibanding tempat makan lain yang menyediakan bebek.

Dari riset ini pula, ia kemudian menciptakan ramuan sambal-sambal yang kaya akan rasa. 

Sementara rasa pedas dipilih karena pamornya yang tinggi di masyarakat.

Selain berfungsi sebagai penambah rasa dan menggugah selera makan, pertimbangkan ini dipilih berdasarkan penelitian yang menunjukkan bahwa sambal memiliki beragam efek positif bagi kesehatan. 

"Pasalnya cabai sebagai bahan baku sambal kaya akan capsaicin, yang senyawanya bagus untuk ketahanan tubuh terhadap infeksi. Mengonsumsi cabai juga dapat membantu meningkatkan performa sistem imun tubuh, sekaligus merangsang kerja ginjal, paru, dan jantung," katanya.

Bebek Cenghar tergolong sebagai resto yang menyediakan menu bebek dengan harga murah. Menunya yang paling mahal hanya sebesar Rp 36 ribu. 

Meski murah, Bebek Cenghar tetap mengutamakan kepuasan pelanggan.

Ini juga yang jadi pertimbangkan pemilihan bebek lokal sebagai bahan baku Bebek Cenghar karena dagingnya lebih banyak daripada bebek hibrida.

"Ada beberapa jenis bebek, kalau di ayam hibrida itu bisa disebut ayam boiler, kalau yang lokal bisa disebut kampung. Kami lebih memilih yang kampung ini, yang lokal, biar lebih sehat, dagingnya juga lebih banyak dibanding hibrida," kata Edwin.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved