Pengamat Transportasi Ingatkan Ada Zona Selamat Sekolah di Dekat Flyover Jalan Jakarta-Supratman
Keberadaan flyover baru itu jangan sampai menjadikan masalah baru baik dalam keselamatan dan kemacetan di Jalan raya.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat Transportasi dari ITB Sony Sulaksono mengingatkan Pemerintah agar memperhatikan zona selamat sekolah yang tak jauh dari turunan Flyover Jalan Jakarta-Supratman yang saat ini sedang diuji coba.
Dikatakan Sony, saat ini memang belum begitu terasa karena masih dalam kondisi pandemi dan sekolah belum tatap muka. Namun, kondisinya berbeda ketika sekolah sudah kembali menjalani belajar tatap muka.
"Kalau sekolahnya sudah dibuka normal lagi, banyak orang nyebrang dan angkot menunggu di sana, itu bakal menjadi masalah dari sisi keselamatan dan dari sisi kemacetan," ujar Sony, saat dihubungi Senin (7/12/2020).
Antisipasi ini, kata Sony, harus benar-benar diperhatikan oleh Pemerintah baik itu Kota maupun Provinsi Jawa Barat.
"Nah, apakah flyover itu sudah dilakukan antisipasi sampai kesana atau belum, ini yang saya belum lihat seperti apa, jangan sampai menjadikan masalah baru," katanya.
Lagipula, sambung Sony, keberadaan flyover itu bukanlah solusi untuk mengatasi kemacetan. Bahkan, Sony menyebut Jalan Jakarta-Supratman sama sekali tidak membutuhkan flyover.
"Ya, memang tidak terlalu urgent membuat flyover di sana tapi masalahnya kan sekarang sudah jadi, kita terima saja walaupun dari awal sudah mengingatkan.
Kalau sekarang dikatakan flyover itu mengurangi kemacetan, saya pribadi mengatakan tidak, karena dari dulu juga tidak macet sebenarnya," ucapnya.
Baca juga: INNALILAHI, Politikus Senior PDIP Mantan Bupati Pati Tasiman Meninggal Dunia Karena Covid-19
Lantaran kadung selesai dibangun, ujar Sony, keberadaan flyover baru itu jangan sampai menjadikan masalah baru baik dalam keselamatan dan kemacetan di Jalan raya.
"Kita belajar dari masalah flyover pelangi yang menjadi masalah baru, pertama adalah adanya flyover itu memberikan kemacetan di ujungnya, jadi pada saat masuk dan turun itu menjadi masalah, karena pada saat mau masuk dana keluar itu terjadi penyempitan," katanya.
"Kedua, adalah masalah keselamatan, flyover pelangi itu dibuat tidak pakai tiang-tiang, itu dari sisi keselamatan berbahaya karena untuk kendaran yang lewat ke kolong flyover dan tidak hafal (jalur-jalurnya) akan bahaya, karena marka dan rambunya minim," tambahnya.
Baca juga: Pengikut Habib Rizieq Menyerang Polisi, Kapolda Metro Jaya: Diidentifikasi sebagai Laskar Khusus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/uji-coba-flyover-jalan-jakarta-supratman-senin-7122020.jpg)