Breaking News:

Sempat Kering, Situ Citere Pengalengan Kini Kembali Tergenang, Jadi Salah Satu Sumber Mata Air

Sebanyak 19 mata air yang selama ini kering kini kembali mengeluarkan air sehingga situ (danau) di Leuweung Citere kini penuh dengan air

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Siti Fatimah
istimewa
kelompok Pecinta Alam Penelusur Belantara Tapak Tiara tergerak untuk melestarikan lahan-lahan kritis di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persoalan lingkungan saat ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah pusat dan daerah seiring dengan bermunculan lahan-lahan kritis akibat dari ulah manusia juga yang tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Saat musim kemarau muncul bencana kekeringan di berbagai daerah, namun disaat hadir musim hujan timbul bencana banjir bahkan longsor yang tidak hanya menimbulkan kerugian materi saja tetapi juga korban jiwa dan luka.

Perbaikan lingkungan menjadi salah satu upaya untuk mengatasi persoalan bencana.

Baca juga: Pastikan Keamanan Libur Akhir Tahun, Ini Prediksi Titip Pusat Keramaian Libur Natal dan Tahun Baru

Namun tidak bisa semua itu diserahkan kepada pemerintah sepenuhnya, peran serta sektor usaha dan masyarakat menjadi kunci agar persoalan lingkungna dapat dituntaskan.

Berangkat dari keprihatinan itu sekelompok anak-anak muda yang tergabung dalam kelompok Pecinta Alam Penelusur Belantara Tapak Tiara tergerak untuk melestarikan lahan-lahan kritis di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Dalam mewujudkan rencana itu Tapak Tiara menggandeng perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi Star Energy Geothermal Wayang Windu Limited (SEGWWL) yang beroperasi di kawasan Pangalengan untuk merestorasi Leuweung Citere.

Menurut Ketua Garis Besar Program Kegiatan Pencinta Alam Penelusur Belantara Tapak Tiara, Dedi Ruhiyat saat pertama kali masuk ke Leuweung Citere pada September 2017 kondisi di lapangan tidak bisa disebut hutan.

Baca juga: Pemanggilan Habib Rizieq Shihab Pekan Depan, Polda Jabar Minta Tidak Bawa Massa, Hindari Kerumunan

Meskipun masyarakat setempat menamakannya sebagai leuweung yang dalam Sunda berarti hutan.

Namun yang terlihat hanyalah hamparan padang rumput yang saat kemarau terlihat gersang.

Bahkan di dalam Leuweung Citere tersebut terdapat situ (danau) yang  kondisi airnya sudah mengering padahal kawasan itu merupakan salah satu sumber air bagi masyarakat Jawa Barat dengan adanya PDAM Tirta Raharja di kawasan tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved