Breaking News:

Fintech Peer to Peer Landing Berjuang Kenalkan Diri ke Masyarakat Jawa Barat di Masa Pandemi

Industri fintech P2P sedang gencar-gencarnya memperkenalkan diri pada masyarakat untuk mengisi target inklusi keuangan yang ditetapkan pemerintah.

SHUTTERSTOCK
ILUSTASI FINTECH - Industri fintech peer to peer lending saat ini sedang gencar-gencarnya memperkenalkan diri kepada masyarakat. 

Data yang telah diterima oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terkait bisnis pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending telah mencapai Rp 128,7 triliun hingga kuartal III 2020.

Nilai itu tumbuh dari posisi tahun lalu hanya Rp 44,8 triliun. Hal ini membuktikan bahwa industri P2P lending turut mendorong dan menggerakkan perekonomian negara seiring dengan pertumbuhannya yang signifikan.

Kenaikan pesat penyaluran pinjaman P2P lending ini tak lepas dari peningkatan jumlah akun peminjam (borrower) dan pemberi pinjaman (lender), dengan pengguna aktif rentang usia produktif 19-34 tahun.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berharap stakeholders terkait mampu menjaga tren pertumbuhan positif ini, sehingga industri fintech P2P lending ke depan terus bisa berinovasi dalam memberikan layanan keuangan terhadap masyarakat.

Sementara itu, Yeni, Business Development Manager Solusi Kita berharap edukasi daring ini memudahkan masyarakat Jawa Barat memanfaatkan layanan produk P2P lending. "Bisa untuk memenuhi kebutuhan dalam menghadapi masa pandemi dan tetap waspada terhadap fintech ilegal,” kata Yeni.

Sedangkan Arif Lukman Hakim, Operational dan PR Manager Teman Prima menegaskan, saat ini Satgas Waspada Investasi OJK sudah menutup 126 platform fintech lending ilegal per September 2020 karena maraknya tawaran pinjaman online selama masa pandemi.(sas)

Penulis: Adi Sasono
Editor: Adi Sasono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved